Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGANTARKAN anak menjumpai dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan saat gigi anak sudah sakit ternyata adalah sebuah keterlambatan. Anak-anak perlu diperkenalkan untuk merawat gigi bahkan saat usia dini. Hal itu dikemukakan dokter gigi Oktri Manessa, founder dan CEO OMDC Group.
"Usia ideal adalah saat gigi susu pertama tumbuh, yang umumnya di usia enam bulan. Kemudian anak akan mengalami tanggal gigi menjadi gigi permanen pada usia enam atau tujuh tahun. Nah waktu yang tepat mengajak anak adalah saat anak bisa diajak berkomunikasi dengan baik," ucap Oktri seusai peluncuran OMDC (Oktri Manessa Dental Clinic) di Margonda, Depok, yang bekonsep First Class Airlines, beberapa saat lalu.
Dia menambahkan umumnya usia empat tahun anak sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik.
MI/HO--Founder dan CEO OMDC Group Oktri Manessa. "Memang sebaiknya mengajak ke dokter gigi itu tidak untuk langsung diperiksa, tetapi melihat orangtuanya merawat gigi dicontohkan dahulu bahwa klinik gigi bukanlah sebuah tempat yang menakutkan, jadi anak akan membayangkan bahwa ke dokter gigi adalah sesuatu yang menyenangkan," kata istri Toto Syarief Hidayatulloh, yang juga merupakan partner bisnisnya.
Oktri menceritakan, pihaknya memiliki metode tell, show, and do. Di sini anak-anak akan dijelaskan terkait alat dan bahan yang digunakan, anak mencoba.
"Jadi kunjungan pertama itu tidak bisa langsung tindakan, tetapi perkenalan dahulu. Jangan sampai di perkenalan ini, ditemukannya saat sedang sakit. Jadi perkenalan dengan ambience yang menyenangkan, Saya pikir usia empat tahun sangat ideal," katanya.
Dia kemudian menjelaskan ketika orangtua anak datang secara rutin per enam bulan dengan mengajak anak, akan tiba waktunya anak memasuki usia enam tahun.
"Saat usia ini tiba, anak akan mendapatkan perawatan gigi mereka pertama kali, maka dia sudah terbiasa dengan suasana, dokter, dan tempatnya. Untuk itulah kami juga menciptakan playground yang menyenangkan, permainan Nintendo sehingga dia tidak merasa sedang melakukan perawatan karena sambil bermain," ucap Oktri yang baru saja menggaet Indah Nada Puspita, seorang entrepreneur modest fashion sekaligus influencer ternama, sebagai partner bisnis.
Masalah gigi lain pada anak yang pasti dialami adalah gigi susu yang goyang. Perlu diketahui oleh orangtua, gigi goyang harus dikenali dengan berapa derajat gigi susu tersebut akan tanggal.
Ada tiga derajat pertama saat masih sedikit, kedua sedang, ketiga yang sudah sangat goyang.
Oktri menjabarkan saat gigi susu anak sudah sangat goyang perlu segera dibawa ke dokter gigi untuk dicabut.
'Ini tandanya gigi permanen akan segera muncul. Tetapi derajat satu dan dua jangan dibawa ke dokter gigi, belum tepat saatnya. Mencabut saat gigi susu belum siap, justru akan membuat premature loss atau kehilangan gigi terlalu dini. Jika ini terjadi ada kemungkinan gigi permanen akan muncul, kemudian tidak ada arah, sehingga tumbuhnya menjadi berantakan," jelasnya.
Baru saja, Oktri dan sang suami, meluncurkan konsep First Class Airlines di klinik ke-19 OMDC. Keduanya ingin mengubah mindset masyarakat tentang kunjungan ke dokter gigi.
Jika sebelum lahirnya OMDC Dental masyarakat merasa enggan atau takut ke dokter gigi, OMDC Group ingin menciptakan pengalaman yang seru, menyenangkan dan penuh antusiasme saat ke dokter gigi seperti semangat yang dirasakan saat hendak pergi liburan.
“Sama seperti liburan yang mungkin dilakukan setahun dua kali saat anak libur sekolah, ke dokter gigi juga seharusnya menjadi rutinitas yang menyenangkan setiap enam bulan sekali,” ujar Oktri.
“Dengan konsep ini, kami ingin menumbuhkan semangat baru dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut," pungkasnya. (Z-1)
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Selain teknik pembersihan gigi, edukasi kesehatan rongga mulut juga harus mencakup aspek gaya hidup, terutama pola makan.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Bedah ortognatik merupakan prosedur korektif untuk menangani kelainan posisi rahang yang dapat memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara, bernapas, serta estetika wajah.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Infeksi HIV/AIDS tak hanya berdampak sistemik, tetapi juga sering kali memunculkan gejala di rongga mulut yang dapat menjadi indikator awal infeksi.
Pembiaran bisa berpotensi menyebabkan pembengkakan gusi atau lubang semakin besar, dan pada akhirnya, kemungkinan terburuk adalah gigi harus dicabut.
Masyarakat cenderung menunda melakukan perawatan gigi karena kekhawatiran pada harga yang tidak pasti dan kurangnya informasi mengenai layanan yang dibutuhkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved