Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam RSUD Kepulauan Seribu Nur Rahmah Oktariani mengatakan mengontrol penyakit diabetes tidak selalu dari terapi obat namun bisa dengan memperbaiki gaya hidup.
"Sebenarnya pola pengobatannya diabetes itu, yang pertama, kedua, ketiga, itu kan bukan langsung obat. Jadi kita perbaiki dulu gaya hidup. Ada nggak orang-orang yang dia nggak perlu pakai obat tapi dari gaya hidup saja sudah bisa mengontrol kadar gula darahnya? Ada, tapi mungkin tidak mudah ya," kata Nur dalam diskusi daring, dikutip Rabu (16/4).
Nur mengatakan ada gejala peningkatan gula darah yang dirasakan tubuh seperti cepat lapar padahal sudah makan banyak, sering haus, banyak kencing, dan penurunan berat badan bukan karena diet.
Jika sudah dilakukan pemeriksaan gula darah dan terindikasi ada penyakit diabetes, perlu ada perbaikan gaya hidup dari sedentari, kurang olahraga dan lebih banyak makan dan duduk ketimbang aktif bergerak.
Selain itu, periksakan ke dokter untuk melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah dua jam setelah makan.
Kontrol gula darah, kata dia, juga bisa dilakukan dengan pemeriksaan mandiri dengan alat strip untuk pengecekan gula darah di rumah. Kadar gula darah saat puasa yang perlu menjadi perhatian jika di atas 126.
"Bisa datang ke fasilitas kesehatan terdekat, yang paling gampang mungkin poskes atau ke puskesmas untuk kita cek awal. Kemudian kalau
misalnya memang tidak didapatkan tanda-tanda mengarah ke komplikasi, itu bisa dikonsultasikan, diberi rujukan oleh dokter puskesmas untuk ke dokter spesialis di RSUD," katanya.
Nur mengatakan, kontrol gula darah dengan menggunakan terapi obat biasanya karena membatasi asupan gula dengan pola hidup yang sudah tidak baik di awal mungkin membutuhkan tantangan. Sehingga terapi obat akan lebih cepat untuk segera memperbaiki kondisi metaboliknya, supaya gula darahnya tidak terus-terusan tinggi yang bisa menyebabkan komplikasinya lebih cepat.
Jika dari pemeriksaan sudah terkena kondisi diabetes atau toleransi glukosa terganggu, perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah rata-rata atau HbA1c dalam 3 bulan untuk memantau kadar gula darah apakah cukup stabil atau masih cenderung tinggi.
Selain melakukan pemeriksaan, evaluasi gaya hidup sehat, menerapkan pola olahraga dan mengelola stres perlu dilakukan supaya kadar gula darah yang tinggi atau mulai tidak normal ini bisa secara bertahap dikontrol. (Ant/Z-1)
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Studi terbaru mengungkap obat diabetes seperti Metformin dan GLP-1 berpotensi memengaruhi sel kanker. Simak penjelasan ahli mengenai peluang pengobatan kanker masa depan.
Peneliti mengembangkan obat baru yang meningkatkan metabolisme otot tanpa efek samping khas GLP-1. Uji awal menunjukkan peningkatan kontrol gula darah dan metabolisme lemak.
Uji klinis menemukan kombinasi obat diabetes metformin dan antihistamin dapat membantu memperbaiki kerusakan mielin pada penderita MS.
Penelitian terbaru menemukan semaglutide, obat yang awalnya dikembangkan untuk diabetes dan obesitas, dapat membantu mengurangi konsumsi alkohol hingga 40%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved