Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT mendengar kata vitamin C, kebanyakan orang pasti langsung teringat pada buah jeruk. Wajar saja, jeruk memang dikenal luas sebagai salah satu sumber vitamin C terbaik.
Ternyata, jeruk bukan satu-satunya. Ada banyak buah dan sayuran lain yang juga kaya akan vitamin C dan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Vitamin C berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, merawat kesehatan kulit, hingga membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Karena tubuh tidak bisa memproduksi vitamin C secara alami, penting bagi kita untuk mencukupi kebutuhan harian melalui asupan makanan, terutama buah-buahan.
Kebutuhan vitamin C setiap orang bisa berbeda, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Berikut ini adalah anjuran asupan harian vitamin C menurut Kementerian Kesehatan RI:
Jika Anda sedang dalam kondisi tertentu seperti hamil, menyusui, atau memiliki masalah kesehatan khusus, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kebutuhan vitamin C yang paling sesuai.
Nah, kalau Anda ingin variasi selain jeruk, berikut ini adalah tiga buah dan dua sayuran yang juga tinggi vitamin C dan mudah ditemukan di sekitar kita:
Buah mungil berwarna merah ini tak hanya lezat, tapi juga kaya nutrisi. Secangkir stroberi (sekitar 150 gram) mengandung sekitar 90 mg vitamin C. Selain itu, stroberi juga mengandung flavonoid yang dipercaya bisa membantu meningkatkan daya ingat, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Buah tropis satu ini ternyata juga merupakan sumber vitamin C yang cukup tinggi. Satu buah mangga menyumbang sekitar 120 mg vitamin C. Ditambah lagi, mangga mengandung vitamin A yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata.
Sebuah pepaya mengandung sekitar 80–90 mg vitamin C. Selain mendukung sistem imun, vitamin C dalam pepaya juga dipercaya bisa membantu menjaga fungsi otak dan meningkatkan daya ingat. Ini berkat kandungan antioksidan dan zat antiradang alami yang ada di dalamnya.
Kale merupakan salah satu sayuran dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi, sekitar 120 mg dalam setiap 100 gram. Meski proses memasak seperti mengukus, merebus, atau menumis bisa mengurangi kadar vitamin C-nya, justru kandungan antioksidannya akan meningkat. Jadi, kale tetap menjadi pilihan sehat, baik disantap mentah maupun matang.
Dalam 85 gram bayam, terkandung kurang lebih 24 mg vitamin C. Meskipun jumlahnya tak sebanyak kale, bayam tetap layak dijadikan andalan dalam menu harian. Pasalnya, sayuran hijau ini juga kaya akan nutrisi penting lainnya, seperti vitamin A, vitamin K, folat, kalium, dan zat besi, yang semuanya bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Alodokter/Z-2)
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Setiap bagian anggur, mulai dari kulit, daging, hingga bijinya, mengandung komponen aktif yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Walaupun buah kaya vitamin, mineral, serat, dan air, tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks untuk fungsi optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved