Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER adalah kata yang menciptakan perasaan ketakutan, kekhawatiran dan kebingungan. Sebuah diagnosis penyakit kanker dapat mengubah seluruh kehidupan seseorang, membawa perjalanan yang penuh tantangan dan pengalaman yang mendalam.
Kanker adalah penyakit yang serius dan kompleks, tetapi terdapat langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker melalui pola makan dan gaya hidup sehat. Dengan mengadopsi kebiasaan makanan yang seimbang dan gaya hidup yang aktif, dapat memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan.
Sel kanker 'takut' pada makanan apa?
MAKANAN YANG KAYA ANTIOKSIDAN.
Konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan (blueberry, strawberry, dan raspberry), sayuran hijau (brokoli, bayam, dan kubis), serta biji-bijian (kacang-kacangan dan biji bunga matahari) dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari ancaman kanker.
Lalu, Makanan apa saja yang harus dikurangi?
KONSUMSI LEMAK JENUH DAN DAGING OLAHAN
Lemak jenuh dan daging olahan sangat terkait dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker usus dan lambung. Coba untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan. Sebagai gantinya, pilihlah sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, dan biji-bijian.
Selain itu, usahakanlah untuk selalu, TETAP AKTIF.
Gaya hidup yang aktif dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau bersepeda, setidaknya 30 menit setiap hari.
JAGA BERAT BADAN
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus, dan kanker rahim. Cobalah untuk menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat dengan mengadopsi pola makan seimbang dan aktifitas fisik yang teratur.
RUTIN MEMERIKSAKAN KESEHATAN
Terakhir, jangan lupakan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan skrining kanker sesuai dengan panduan yang ditetapkan oleh dokter. Deteksi dini dapat membuat perbedaan besar dalam prognosis dan kesembuhan kanker. (H-1)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved