Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM lama ini banyak kasus viral mengenai hewan ternak yang mengonsumsi makanan manusia, seperti domba yang memakan nasi dan nuget. Apakah hal tersebut aman untuk hewan ternak?
Dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) IPB University Muhammad Baihaqi menjelaskan domba, pada dasarnya, termasuk hewan ruminansia yang mempunyai sistem pencernaan yang berbeda dengan manusia.
"Domba mempunyai 'empat' perut (polygastric) sedangkan manusia hanya mempunyai 'satu' perut (monogastric). Oleh karena itu, domba kadang disebut sebagai herbivora karena kemampuannya untuk mencerna serat kasar yang tidak ada pada manusia," jelasnya.
Lanjut Baihaqi, serat kasar tersebut dicerna dengan cara fermentasi di perut domba, sehingga pada dasarnya domba memerlukan jenis makanan yang berbeda dengan manusia, yaitu rumput dan tumbuhan lainnya.
MI/HO--Dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) IPB University Muhammad BaihaqiMeski demikian, ada beberapa makanan manusia yang bisa dimakan oleh domba tetapi jumlahnya tidak banyak.
"Jika makanan tersebut tidak berbahaya bagi manusia, maka itu juga tidak berbahaya bagi domba," ungkapnya.
Namun, Baihaqi mengatakan, karena domba mempunyai empat perut dan memerlukan proses fermentasi dalam pencernaannya, mereka membutuhkan lebih banyak rumput atau tumbuhan dalam porsi makanannya.
Baihaqi menjelaskan, jika domba diberikan pakan yang mengandung gula, lemak atau protein yang tinggi tetapi rendah serat, hal itu bisa menyebabkan permasalahan saluran pencernaannya, misalnya acidosis.
"Karena itu, kita tidak boleh memberikan makanan manusia dalam jumlah yang lebih banyak porsinya dibandingkan dengan pakan rumput," imbuhnya.
Selain itu, makanan yang telah berjamur juga dapat berbahaya. Bahkan, ada beberapa jamur yang dapat menyebabkan keracunan bagi domba, seperti jamur pada jagung yang menghasilkan racun aflatoxin.
"Selama pemberian makanan manusia dalam jumlah yang sedikit dan domba tetap makan rumput dalam jumlah yang banyak serta makanan tersebut tidak terkontaminasi dengan mikroba berbahaya, maka hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah," tegasnya Baihaqi.
Ia juga memberikan saran untuk para peternak agar domba mereka sehat, yakni:
Pastikan domba mendapatkan pakan berupa rumput atau tumbuhan, karena ini merupakan kebutuhan utama yang tidak boleh ditinggalkan.
Berikan pakan tambahan seperti konsentrat atau tanaman yang bergizi tinggi (leguminosa) untuk menunjang kebutuhan hidupnya.
Hindari pemberian pakan yang telah rusak, misalnya telah berbau, berjamur karena kemungkinan telah ditumbuhi mikroba berbahaya.
Tempatkan domba di kandang yang baik dan nyaman, lakukan pencukuran wol untuk sanitasi dan pencegahan parasit, pemotongan kuku untuk menghindari terjadinya gangguan penyakit/pincang.
Perlakuan domba dengan baik dan tidak kasar atau menyakitkan karena bisa menyebabkan stres pada domba. (Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved