Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia berkomitmen untuk menekan angka obesitas yang semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan anak-anak. Salah satu strategi yang diambil adalah mendorong pelabelan pada produk pangan olahan serta penerapan cukai terhadap Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, jumlah penderita obesitas di Indonesia mencapai 3,4 juta, dan satu dari lima anak mengalami kelebihan berat badan. Situasi ini patut menjadi perhatian serius karena obesitas dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.
"Pada hari ini, kami bekerja sama dengan CISDI dalam inisiatif yang luar biasa untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka perayaan Hari Obesitas Sedunia," kata dr. Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, saat konferensi pers di Jakarta Pusat (8/3).
Salah satu penyebab utama obesitas adalah konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan. Survei yang dilakukan oleh Kemenkes menunjukkan bahwa lebih dari 50% masyarakat Indonesia mengonsumsi ketiga komponen tersebut secara berlebihan. Selain itu, Indonesia berada di posisi kedua di Asia dalam hal konsumsi MBDK tertinggi.
"Ini adalah perhatian kita semua, karena kandungan gula dalam MBDK melebihi batas yang ditetapkan untuk konsumsi harian. Jika pola konsumsi ini terus berlanjut, risiko untuk konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan akan semakin besar," jelas dr. Nadia.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah merencanakan penerapan cukai terhadap MBDK. Rencana ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025, namun diundur hingga 2026 untuk memberikan waktu bagi kajian yang lebih mendalam serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk industri.
"Sehingga, penerapan cukai ini menjadi prioritas pada tahun 2026 dalam proses legislasi nasional," ungkap dr. Nadia.
Pemerintah berharap proses legislasi dapat diselesaikan pada semester kedua tahun 2026, sehingga kebijakan ini dapat segera diberlakukan. Namun, dr. Nadia menekankan bahwa penerapan cukai merupakan wewenang Kementerian Keuangan, sedangkan Kementerian Kesehatan akan memberikan dukungan dari segi data dan kajian.
"Tapi sekali lagi, penerapan cukai adalah tanggung jawab Kementerian Keuangan, bukan Kementerian Kesehatan. Kami mendukung dengan data dan kajian ilmiah lainnya," tegasnya.
Selain penerapan cukai, pemerintah juga mengedepankan pelabelan yang lebih jelas dan informatif pada produk pangan olahan. Pelabelan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memilih produk yang lebih sehat.
Pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjalani pola makan sehat dan melakukan aktivitas fisik yang cukup guna mencegah obesitas.
SERANGAN nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Kemenkes memastikan kondisi tersebut Kejadian Luar Biasa (KLB).
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
tim kesehatan Dinkes Sumatra Barat juga mulai mewaspadai munculnya berbagai penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyerukan langkah tegas untuk mengendalikan obesitas di Indonesia, yang angkanya terus meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved