Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan menggelontorkan anggaran Rp1-2 triliun per bulan untuk program makan bergizi gratis (MBG). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pembahasan terkait anggaran MBG baru selesai didiskusikan.
"Diperkirakan Maret akan dilaksanakan, mungkin per bulan bisa menyerap anggaran Rp1-2 triliun. Kenapa selama ini masih kecil? Karena memang baru selesai urusan anggaran," kata Zulhas kepada awak media usai rapat koordinasi dengan para menteri terkait MBG di Jakarta, Senin (3/3).
Pemerintah juga tengah menyiapkan rantai pasok bahan-bahan makanan MBG.
"Butuhnya besar sekali. Di Jawa tentu akan berbeda dengan Sumatra, Sumatra juga tentu akan beda dengan Indonesia Timur, makanannya. Oleh karena itu kita perlu persiapan. Persiapan dan ketersediaan bahan-bahannya," kata Zulhas.
Ia menyebut mulai Maret ini pelaksanaan MBG akan berkali-kali lebih besar. Menurut Zulhas, hingga akhir tahun MBG akan menyasar 82,9 juta penerima manfaat. "Mudah-mudahan program ini mulai Maret akan lari dengan kencang," katanya.
Di sisi lain, pemerintah akan mengkoordinasikan peran setiap kementerian/lembaga. Zulhas menyebut pemerintah akan merumuskan aturan terkait itu.
"Perlu satu aturan, tadi kita sepakati, yang akan dirumuskan nanti bareng-bareng, apakah dalam bentuk inpres atau perpres, sehingga semua pihak bisa melaksanakan tugasnya sesuai yang sudah diatur oleh aturan inpres atau perpres tersebut," jelasnya.
"Nanti inpres yang diperlukan untuk mengatur masing-masing lembaga itu apa tugasnya. Kalau enggak diatur, ragu-ragu masing-masing. Misalnya distribusi antardaerah. Itu kan perlu aturan. Tugas-tugas nanti yang bisa dikerjakan oleh pemerintah daerah seperti apa, tadi ada (soal) pinjam lahan, dan seterusnya gitu," pungkasnya. (H-3)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Anggaran Rp20 triliun yang disiapkan Danantara kepada MBG akan digunakan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang mengembalikan Rp70 triliun anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak terserap.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa tidak ada standar menu nasional dalam program pemberian makanan bergizi gratis (MBG).
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) mencatat tiga kementerian/lembaga (K/L) masih memiliki tingkat penyerapan anggaran di bawah 50% hingga akhir September 2025.
Rencana pemerintah untuk memotong dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila hingga akhir Oktober belum terserap bukanlah langkah yang tepat.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago menilai langkah Kemenkeu yang akan menarik anggaran program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved