Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) membuka Training Centre The Pancasila School of Law Diplomacy and Executive Leadership Program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih mumpuni dalam mengembangkan keilmuannya.
Rektor UP Prof Marsudi Wahyu Kisworo, seusai peresmian, Jumat (21/2) mengatakan Training Centre Hukum didirikan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan di bidang hukum, baik bagi mahasiswa, alumni, para praktisi, maupun masyarakat.
Lebih lanjut Rektor mengungkapkan tujuan pendirian training center ini adalah pertama untuk meningkatkan profesionalisme dari pelaku bisnis dan pemimpin mengenai bagaimana berdiplomasi. Yang kedua, bagaimana meningkatkan kompetensi dari para pelaku hukum, notaris, pengacara, dan sebagainya.
"Selain itu, untuk UP adalah bagaimana kita meningkatkan pendapatan yang non SPP, karena saya targetkan UP harus 30% dari sumber non SPP. SPP itu nanti hanya 70% saja," katanya.
Rektor menjelaskan salah tugas pemimpin adalah tugas keluar dalam rangka mewakili organisasi, dan tugas ke dalam adalah menyelesaikan konflik di dalam organisasi.
"Dua hal ini memerlukan diplomasi kenapa ketika menyelesaikan masalah keluar dia harus bisa berdiplomasi sehingga dengan diplomasi itu apa yang dia inginkan bisa tercapai," jelasnya.
"Kemudian di dalam ketika terjadi perbedaan pendapat di dalam internal dia harus bisa berdiplomasi sehingga tetap menjaga keutuhan dari timnya," terang Rektor.
Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila (FHUP) Prof Eddy Pratomo menjelaskan ada beberapa partner dalam training center ini seperti kementerian luar negeri, dan partner lain tergantung topiknya, karena setiap tahun topiknya berbeda-beda. "Untuk tahap awal training center akan membahas tentang syariah," jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Eddy mengatakan saat ini forum-forum diplomasi sangat penting. "Mediasi dalam menyelesaikan sesuatu sengketa secara damai misalnya membutuhkan keterampilan berdiplomasi dan melakukan negosiasi. Juga, diajarkan penyusunan kontrak, skill, bagaimana berpidato, jadi pemimpin. Communication skill jadi salah satu bagian topik training center," ujarnya.
Ia menambahkan setiap training akan mendapatkan materi tentang diplomasi yang merupakan salah satu fokus training center yang di universitas lain tidak ada dan pengajarnya para diplomat yang masih aktif. (Ant/H-2)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Pelatihan pengembangan manajemen meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia.
EDP PPM Manajemen terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi para profesional lintas industri.
SYAIFULLAH, 39, warga Desa Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa timur, terlihat serius.
Ada dua skema untuk program magang luar negeri yakni skema awal akan dibiayai pemerintah, dan skema selanjutnya bakal dikerjasamakan dengan perusahaan yang ingin merekrut peserta magang.
BERBAGAI umbi lokal Indonesia seperti gembili, uwi, talas, ubi jalar, kentang, dan sukun dapat menjadi pangan pengganti nasi yang kaya serat, vitamin, dan mineral.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
FAKULTAS Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) bersama PT Natura Nuswantara Nirmala menorehkan prestasi pada ajang internasional Indonesia Inventors Day 2025.
Penanganan perkara koneksitas di dalam Pasal 42 UU No 30 Tahun 2002 tidaklah cukup meski telah dilakukan perubahan rumusan norma MK.
Korban merupakan dua karyawan Universitas Pancasila, berinisal RZ dan DF. Kasusnya telah bergulir 19 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved