Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA untuk tetap fokus pada sejumlah program prioritas diharapkan mampu merealisasikan sejumlah target pembangunan di sektor kebudayaan.
"Di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah di sejumlah kementerian dan lembaga, upaya yang fokus pada sejumlah program prioritas merupakan langkah yang tepat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2).
Pada awal pekan ini Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan sejumlah program prioritas di kementerian yang dipimpinnya di tengah langkah efesiensi yang diperintahkan presiden.
Program prioritas itu antara lain revitalisasi kawasan budaya, cagar budaya, dan museum; repatriasi artefak budaya Indonesia dari luar negeri, seperti manuskrip bersejarah dari Inggris dan Prasasti Pucangan dari India.
Program prioritas lain adalah pemajuan budaya nasional, yaitu perlindungan bahasa daerah, yang kini banyak terancam punah, agar tetap lestari sebagai bagian dari warisan budaya nasional.
Selain itu, penguatan industri budaya seperti film dan musik sebagai alat diplomasi global.
Menurut Lestari, sejumlah tantangan dalam membangun sektor kebudayaan nasional harus segera dijawab dengan langkah-langkah kreatif dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat kesamaan visi dari para pemangku kepentingan dalam pengembangan kebudayaan di tanah air sangat dibutuhkan dalam upaya merealisasikan sejumlah target yang telah ditetapkan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap masyarakat bersama-sama para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dapat berkolaborasi dengan baik untuk bersama-sama menumbuhkembangkan kebudayaan yang kita miliki.
Karena, tegas Rerie, kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dengan baik dapat memperkuat identitas, karakter, dan daya saing generasi penerus bangsa yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. (*/Z-2)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Menbud Fadli Zon resmi menunjuk KGPA Tedjowulan sebagai pelaksana cagar budaya Keraton Solo meski diprotes GKR Timoer Rumbai.
Pengangkatan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta diprotes.
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan alasan menyerahkan surat keputusan atau SK pengangkatan Kanjeng Gusti Panembahan Agung ( KGPA ) Tedjowulan di Keraton Solo
Ada protes penolakan saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan surat keputusan atau SK untuk pengangkatan Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan di Keraton Solo
Fadli Zon menilai, pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang objektif sangat krusial agar pengembangan kebudayaan nasional memiliki landasan kebijakan yang kuat dan tepat sasaran.
Fadli Zon membela Presiden Prabowo Subianto dari kritik yang menuding adanya kebangkitan militerisme di masa pemerintahannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved