Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Meski berbagai strategi telah diterapkan, partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran masih rendah. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Thomas Nifinluri menyoroti bahwa tanpa keterlibatan masyarakat, strategi pencegahan yang ada sulit berjalan efektif.
“Partisipasi masyarakat dalam program peningkatan kebakaran hutan kita memang masih rendah, dan inilah yang terus kita dukung,” ujarnya, Jumat (31/1).
Padahal, kebakaran di Indonesia berbeda dengan wildfire di negara-negara seperti Amerika Serikat yang lebih banyak terjadi secara alami. Di Indonesia, sebagian besar kebakaran justru disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak terkendali.
Selain itu, model pengelolaan kebakaran berbasis masyarakat masih belum merata di seluruh Indonesia. “Kapasitas kelompok masyarakat mencakup akses pengelolaan, know-how, dan pendanaan masih terbatas, sehingga model pengelolaan karhutla berbasis masyarakat belum terbangun secara maksimal,” jelas Thomas. Keterbatasan ini membuat upaya pencegahan lebih sulit diterapkan di tingkat akar rumput.
Dari sisi teknologi dan strategi penanganan, Indonesia sebenarnya telah diakui dunia karena inovasi manajemen kebakarannya. “Kita punya solusi permanen, dengan analisis cuaca dan iklim, manajemen posko taktis, serta pengelolaan landscape, khususnya gambut,” ungkapnya. Namun, tanpa dukungan masyarakat, strategi ini belum cukup untuk menekan jumlah kebakaran yang terus terjadi setiap tahun.
Upaya peningkatan kapasitas pun terus dilakukan, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai negara seperti Prancis, Jepang (JICA), Korea, dan Norwegia. “Komitmen para pihak sangat penting, termasuk bagaimana strategi pengakhiran dan exit strategy dalam kerja sama ini,” tambahnya.(H-2)
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
UPAYA pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal merek Swallow, belum sepenuhnya tuntas hingga menjelang siang, Rabu (28/1).
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Jumlah titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus menurun berkat langkah-langkah yang diambil lintas sektoral.
PEMERINTAH memastikan penegakan hukum menjadi instrumen utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah.
TITIK panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra masih terus meningkat. Dari pantauan terakhir satelit terdeteksi sebanyak 230 titik panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved