Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan bahwa peristiwa Isra Mikraj mengajarkan pentingnya hubungan sosial dan spiritual dalam kehidupan yang mencakup aspek hablum minannas dan hablum minallah.
"Isra adalah perjalanan horizontal, simbol hubungan sosial dengan sesama manusia. Sementara, Mikraj adalah perjalanan vertikal, yang melambangkan hubungan mendalam dengan Allah," ungkapnya dalam peringatan Isra Mikraj bertajuk Membumikan Bahasa Langit: Membincang Kemuliaan Ibadah Salat di Masjid Istiqlal, Senin (27/1).
Lebih lanjut, menurutnya, pemahaman tersebut menegaskan keberagamaan seseorang tidak hanya diukur melalui ritual ibadah. Hubungan baik dengan sesama manusia merupakan bagian penting dalam menjalankan nilai-nilai keislaman.
"Subhanalladhi asra bi'abdihi laylan menggambarkan perjalanan sosial yang menjadi fondasi hubungan antarindividu. Namun, Mikraj ke langit menunjukkan kedekatan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya," jelas Nasaruddin Umar.
Menurutnya, Isra mengajarkan umat Islam untuk mempererat hubungan sosial melalui kepedulian dan rasa kasih sayang terhadap sesama. Sementara, Mikraj memberikan makna mendalam tentang pentingnya membangun hubungan spiritual yang penuh keikhlasan kepada Allah.
Ia mengatakan, keberagamaan itu bukan hanya ibadah, melainkan seberapa besar aktualisasi kita dalam masyarakat. "Kualitas ibadah seseorang terlihat dari kontribusinya dalam membangun hubungan sosial yang harmonis," katanya.
Menurutnya, dengan membumikan bahasa langit, Isra dan Mikraj menjadi simbol pengingat pentingnya keseimbangan spiritual dan sosial. Keduanya menjadi teladan utama dalam kehidupan beragama yang sejati.
Di tempat yang sama, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menambahkan bahwa sifat paling mulia dari manusia adalah menjadi hamba bagi Allah SWT.
“Ketika kita membicarakan hamba itu ada beberapa hal yaitu tidak memiliki sesuatu dalam artian apa yang dimiliki oleh anda itu bukan milik anda melainkan milik Tuhan. Selanjutnya hamba itu hanya melakukan kegiatan yang diperintahkan oleh Tuhan dan tidak melakukan yang dilarang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan bahwa salah adalah penghormatan yang agung, beragam, dan penuh keberkatan untuk Allah yang pada ujungnya diharapkan dapat memberikan kebaikan kepada hambanya.
Sementara itu, Habib Husein bin Ja'far Al Hadar atau lebih dikenal dengan Habib Ja’far mengutarakan bahwa perjalanan Isra dan Mikraj karena begitu agung dan magisnya, banyak pendekatan yang cenderung sufistik agar makna yang agung ini dapat ditangkap seluas mungkin.
“Makanya makna Isra Mikraj banyak sekali nuansa syairnya karena itu lebih mudah ditangkap maknanya ketimbang kata-kata di luar syair itu sendiri,” ucap Habib Ja’far.
Namun demikian, hal yang dapat diambil dari peringatan Isra Mikraj adalah musyawarah dan dialog demokratis menjadi cara untuk menyelesaikan masalah di antara manusia. Kemudian, Allah telah berjanji bahwa agama Islam adalah agama yang manusiawi dan agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
“Karena itu aspek kemanusiaan betul-betul dipertimbangkan oleh Allah sehingga dialog (dalam Isra Mikraj) dimaknai sebagai dialog antara sang pencipta dengan manusia yang diciptakannya terkait ajaran yang diturunkan kepada manusia ini. Sehingga kemudian terjadi lah dialog ini karena Allah menghormati kita sebagai manusia. Misalnya dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa betaqwa lah kepada Allah semampu kamu sebagai manusia, bukan seharusnya,” jelasnya.
Hal yang paling penting bagi Habib Ja’far adalah Isra Mikraj memiliki makna kesatuan ajaran agama dari Allah kepada umat manusia.
“Agama dari awal Nabi Adam diciptakan adalah Islam. Kemudian dideklarasikan dengan sempurna oleh Nabi Muhammad di zaman Nabi Muhammad. Ini untuk menunjukkan bahwa agama yang pernah diutus melalui Nabi Musa, Nabi Isa, sebelum Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya adalah Islam. Sehingga terjadi lah dialog antara Nabi Muhammad dan Nabi Musa yang menunjukkan kesatuan ajaran semua. Bukan Allah bingung memberikan ajaran bahwa dulu yang benar Yahudi, kemudian Nasrani dan diganti Islam. Ini satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” tandas Habib Ja’far. (Des/I-2)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan salat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual, memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam menyambut isra mikraj
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mendorong sinergi dan kemajuan Indonesia.
PUSAT Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatatkan lompatan kinerja sepanjang 2025. Capaian itu perwujudan dari poin pertama Asta Protas Kemenag,
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan solidaritas dan empati kebangsaanĀ bagi korban bencana
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencatat capaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Penganugerahan Habibie Prize 2025 kepada Prof Dr M Quraish Shihab merupakan momen reflektif. Negeri.
Tampak mantan Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia Ahmad Riza Patria, dan budayawan Sujiwo Tedjo
"Tuhan berfirman, orang-orang yang durhaka itu langit tidak menangis buat dia, jadi berarti orang-orang dicintai Tuhan ketika dimakamkan hujan turun,"
Kabar duka menyelimuti keluarga jurnalis ternama Najwa Shihab. Sang suami, Ibrahim Sjarief bin Husein Assegaf, telah meninggal dunia pada hari ini, Selasa (20/5), pukul 14.29 WIB, di RS PON.
Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, suami dari Najwa Shihab, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14:29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved