Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan bencana hidrometeorologi basah banyak terjadi pada akhir Januari 2025. Ia menyebut bencana melanda beberapa wilayah di Indonesia di antaranya Sulawesi, Kalimantan dan Jawa.
BNPB mencatat hujan deras pada Minggu (26/1) pukul 17.00 WITA memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Wilayah terdampak banjir yakni Kecamatan Mamuju, Kalukku dan Simboro. Sedangkan wilayah terdampak tanah longsor berada di Kecamatan Mamuju.
“Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB), sebanyak empat orang meninggal dunia dan empat orang lainnya luka-luka akibat tanah longsor. Kejadian ini turut menyebabkan satu unit rumah mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Mamuju melakukan pendataan lebih lanjut di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan intansi terkait. Situasi terkini pada Senin (27/1) pukul 06.30 WITA banjir masih menggenangi pemukiman warga,” ungkapnya, Senin (27/1).
Sementara itu di Kalimantan, banjir melanda Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat yang dipicu oleh beberapa faktor yaitu hujan intensitas sangat tinggi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah, naiknya pasang air laut (rob) dan limpasan air yang berasal dari banjir di Kabupaten Landak disertai drainase air yang kurang baik memicu terjadinya genangan air dengan ketinggian rata-rata antara 50 – 100 sentimeter pada Rabu, (22/1) pukul 05.00 WIB.
Abdul mengatakan sebanyak 14 desa dari lima kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Mempawah Timur, Toho, Sungai Pinyuh, Sadaniang dan Mempawah Hilir. Tercatat sebanyak 20.549 jiwa terdampak dan 500 diantaranya mengungsi. Sebanyak ± 5.537 unit rumah turut terdampak akibat kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Mempawah melakukan evakuasi warga yang terdampak khususnya kelompok rentan yang terdiri dari orang lanjut usia, warga yang menderita sakit, ibu hamil dan balita dibantu oleh otoritas daerah setempat, menyalurkan bantuan logistik dan mengaktifkan dapur umum di beberapa titik serta menyediakan sarana prasarana evakuasi seperti perahu karet dari lintas Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Selain itu, upaya penanganan kesehatan juga dilakukan dengan membentuk posko kesehatan dan layanan kesehatan keliling bersama tenaga medis Puskesmas setempat dan akses rujukan untuk penyakit serius di RSUD dr. Rubini Mempawah.
Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor sebagaimana Keputusan Bupati Mempawah Nomor 300.2/28/BPBD/2025 tanggal 24 Januari 2025 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah longsor di Kabupaten Mempawah Tahun 2025. Kondisi Mutakhir pada Minggu (26/1) Pukul 12.30 WIB banjir masih menggenangi pemukiman warga.
Wilayah lainnya di Provinsi Kalimantan Barat ialah banjir di Kabupaten Kubu Raya yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (25/1) pukul 06.30 WIB. Tinggi muka air banjir mencapai 120 sentimeter merendam tiga Desa dari Kecamatan Kuala Mandor B, yakni Desa Padi Jaya, Kubu Padi dan Retok.
Tercatat sebanyak 680 jiwa terdampak dan 130 diantaranya mengungsi. Kerugian materil diperkirakan 130 unit rumah dan satu unit fasilitas ibadah terdampak serta fasilitas umum lainnya masih dalam tahap pendataan. BPBD Kabupaten Kubu Raya melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. SItuasi terkini pada Minggu (26/1), dilaporkan banjir masih menggenangi rumah warga.
Terakhir di Provinsi Jawa Barat, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya mengakibatkan beberapa aliran sungai meluap sehingga memicu peningkatan debit air hingga 150 sentimeter, Sabtu (25/1) pukul 21.00 WIB.
Sebanyak 5 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Harjamukti, Kesambi, Lemahwungkuk, Pekalipan dan Kejaksan. BPBD Kota Cirebon mencatat sebanyak 29.164 Jiwa terdampak dan 7.291 unit rumah terendam. BPBD Kota Cirebon melakukan melakukan evakuasi warga serta membuat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bersama Dinas Sosial. Kondisi mutakhir pada Minggu (26/1) pukul 07.30 WIB air sudah surut dan 545 pengungsi diantaranya sudah kembali ke rumah masing-masing.
“BNPB terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dan penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” tandas Muhari. (H-3)
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved