Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komite 3 DPD RI Filep Wamafma mengungkapkan pihaknya menemukan sederet masalah dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di banyak daerah di Indonesia. Filep menjelaskan masalah yang pertama ialah hubungan atau kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah tidak sejalan yang berdampak pada tolak menolak tentang kewenangan dan tanggung jawab persoalan.
"Begitu juga terkait dengan lembaga terkait misalnya pengawasan memastikan tentang MBG itu. Apakah layak atau tidak. Di sejumlah daerah, hampir rata-rata tidak ada supervisi yang memastikan bahwa makanan dan minuman itu layak untuk dikonsumsi oleh para siswa dan siswi," kata Filep di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/1).
Filep menjelaskan hampir dari semua dinas pendidikan di provinsi tidak diminta untuk memberikan data. Sedangkan Babinsa lebih banyak berhubungan dengann sekolah langsung utk memperoleh data.
"Nah ini juga termasuk apakah siswa siswa itu memiliki dampak terhadap makanan, misalnya alergi dan lainnya, itu sama sekali tidak ada. Justru kemudian diminta kepada guru untuk catat apakah siswa siswa ini memiliki makanan yang alergi atau tidak," katanya.
"Jadi kita berharap sebenernya konsep atau sistem MBG ini baik pada intinya, tapi dalam perkara implementasi ini belum dilaksanakan secara baik," tambahnya.
Lebih lanjut, Filep mengatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional untuk menyelesaikan persoalan pada program MBG. Ia mengatakan jangan sampai program tersebut menimbulkan masalah baru terhadap anak-anak, seperti masalah keracunan.
"Kami berharap bahwa pertemuan dengan ahli gizi dan besok dengan BGN itu menjaminkan bahwa memang pemerintah itu tidak sebatas konsen pada bagaimana makan, tapi dampak dari makanan itu seperti apa," pungkasnya.(S-1)
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Puluhan siswa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
Enam murid kelas VI SDN Kota Baru III, Bekasi Barat, harus mendapat perawatan medis setelah mengalami muntah dan sakit perut usai menyantap menu MBG di sekolah.
Ia menekankan pentingnya evaluasi, khususnya agar program ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga mendorong produksi dalam negeri.
Para siswa penerima manfaat sudah menjalani libur sekolah, pemerintah akan coba merancang tergantung dari kesiapan sekolah.
Sebanyak 267 murid SD Negeri Singapadu, Kampung Singapadu, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, dibagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan Hotel Aston Group.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved