Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa beberapa hal wajib yang harus dimiliki oleh pelajar yang akan maupun yang sedang menempuh perguruan tinggi adalah membaca, menulis, etos kerja tinggi, komunikasi dan mampu bekerja dengan tim.
“Khususnya untuk mahasiswa S1, ilmunya sendiri memang penting baik itu ekonomi, teknik, dan lainnya. Tapi kalau lihat dari kurikulum S1 yang berlaku di internasional, itu 60% dari kurikulum sifatnya soft skill. Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain,” ungkapnya dalam acara Arah Baru Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dilansir dari YouTube IDN Times, Kamis (16/1).
Dengan mampu membaca dengan baik, Satryo menekankan bahwa seluruh persoalan akan teratasi. Pasalnya seluruh mahasiswa yang lulus di perguruan tinggi jenjang S1, pasti tidak akan mengetahui pekerjaan yang harus dilakukan.
“Enggak ada pendidikan yang persis sekolahnya ini dan lulus dia bisa di situ. Hampir enggak ada. Kecuali vokasi, tapi itu juga masih ada penyesuaian. Begitu kita masuk kerja di mana pun juga pasti dituntut oleh pemberi kerja untuk belajar. Jadi kalau lulus dan bekerja bukan bidangnya, enggak ada masalah. Karena yang penting kita bisa belajar dan tahu apa yang diharapkan,” ujar Satryo.
“Jadi S1 itu memang general education. Di mana pun kalian bekerja yang dibutuhkan yaitu bisa membaca, menulis, work habbit, team work, communication. Itu kuncinya,” lanjutnya.
Satryo juga menegaskan bahwa belajar sepanjang hayat akan menjadi kunci agar mampu beradaptasi dengan dunia pekerjaan. Hal ini disebabkan tantangan di masa depan yang kian kompleks.
“Ke depan tantangannya luar biasa. Pekerjaan juga sudah mulai enggak jelas. Banyak kerjaan yang bisa diambil alih oleh AI (kecerdasan buatan), robot, machine learning, automation, dan lainnya. Jadi kita bisa bekerja di bidang ilmu yang enggak dimiliki oleh AI. Banyak sekali itu. Memang ke depan pekerjaan itu akan berubah formatnya. Tapi jangan takut, yang penting bisa membaca, menulis, komunikasi, etos kerja tinggi, mampu bekerja dengan tim, itu pasti akan berhasil,” tegas Satryo.
Menurutnya, budaya membaca di Indonesia belum menjadi suatu kebutuhan. Berbeda dengan Vietnam, Jepang dan Tiongkok di mana masyarakat memiliki budaya membaca yang sangat tinggi.
“Mereka kalau enggak ada kerjaan lain, pasti membaca dia. Kita kurang membaca ini dan betul-betul enggak bisa baca Karena enggak bisa membaca dia enggak bisa menulis. Karena tulis dan baca enggak bisa, komunikasi enggak bisa. Apa yang mau disampaikan? Team work juga enggak bisa karena enggak bisa komunikasi,” tuturnya.
“Ini bukan menakut-nakuti tapi itulah fakta dan ini mampu kita atasi dengan sederhana yaitu perbanyak membaca. Jadikan membaca itu sebagai kebiasaan. Bahkan lebih besar lagi jadikan belajar sebagai kebiasaan kita. Pekerjaan di masa depan itu enggak menentu, kita enggak tahu bentuknya. Kita hanya bisa atasi kalau mau belajar,” pungkas Satryo. (H-2)
Rencana reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto yang menyasar Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro memberikan pertanyaan besar.
Mendiktisaintek Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Anggaran Beasiswa dan UKT Tidak akan Naik.
Panitia SNPMB memberikan waktu perpanjangan SNBP dimulai tanggal 7 Februari 2025 pukul 19.00 sampai dengan 8 Februari 2025 pukul 04.00 pagi
KOMISI X DPR akan menggelar rapat tertutup dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti Suwitno mengatakan bahwa dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai langkah ke depan yang harus dilakukan agar dapat menjalankan tugas dengan lebih baik.
Menurutnya seluruh pihak telah berkomitmen untuk kembali bekerja menyelesaikan semua tugas dan menyukseskan program-program pemerintah.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkap arahan Presiden Prabowo agar perguruan tinggi memperkuat riset dan inovasi berbasis sains.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Kemdiktisaintek untuk memperluas akses pengetahuan sains dan teknologi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menggelar Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved