Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas), Noor Achmad menanggapi usulan penggunaan dana zakat untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya jika memang sasarannya untuk para asnaf yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, orang yang dililit utang, budak yang ingin memerdekakan diri, ibnu sabil, dan fi sabilillah.
“Ini kan kalau memang sasarannya nanti kepada fakir miskin, ya kita akan lakukan. Artinya bahwa prioritas kita adalah untuk membantu fakir miskin. Bagaimana dengan yang tidak fakir miskin? Tentu kita akan verifikasi. Jadi kalau semuanya adalah fakir miskin, itu adalah asnaf yang memang mustahik yang perlu dibantu oleh Baznas,” ungkapnya usai acara Public Expose Membasuh Luka Palestina di Jakarta, Rabu (15/1).
Lebih lanjut, menurutnya sah-sah saja bahwa dana zakat jika digunakan untuk program MBG. Namun, hal yang perku ditekankan adalah peruntukan dari dana zakat yang digunakan yaitu untuk para asnaf.
“Selalu kami sampaikan, siapa saja yang tidak bisa makan, datang ke Baznas, di mana saja, pasti ada. Artinya bisa saja untuk dana zakat ini kemudian digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis, tapi harus dilihat lagi nanti untuk memang membantu fakir miskin tidak? Kalau itu untuk fakir miskin, tidak ada masalah. Karena fakir miskin kan ada dimana-mana,” tegas Noor Achmad.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa Baznas juga sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Sosial mengenai pengembangan sekolah rakyat.
“Oh itu bagus, itu bagus. Artinya sekolah rakyat untuk mereka-mereka yang memang tidak bisa sekolah, kita akan bersama-sama dengan Kementerian Sosial untuk mengembangkan sekolah rakyat yang gratis. Kami sudah ada dengan Menteri Sosial,” tandasnya. (Des/M-3)
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 setiap tanggal 17 Januari.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Baznas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Baznas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved