Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah merebaknya HMPV, dokter spesialis penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Sukamto Koesnoe, menyampaikan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
"Tidak ada makanan ajaib yang bisa mencegah virus 100%, tapi kombinasi gizi seimbang akan membantu sistem imun bekerja optimal, kata Sukamto, Konsultan Alergi dan Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Selasa (7/1).
Human metapneumovirus (HMPV) merupakan virus yang menyerang pernafasan dengan gejala flu, meliputi batuk, demam, hidung tersumbat.
Sukamto merekomendasikan kebutuhan asupan makanan kaya vitamin C, D, E dan zinc bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus.
Makanan kaya vitamin C antara lain jeruk, lemon, kiwi, jambu biji, pepaya, stroberi, brokoli, bayam, dan tomat.
Sukamto menyarankan asupan makanan dengan sumber vitamin D seperti ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), telur, susu dan produk susu yang difortifikasi, jamur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan almond, biji-bijian (bunga matahari, labu), minyak zaitun dan alpukat memiliki kandungan kaya vitamin E.
Asupan makanan dengan sumber zinc antara lain ialah daging merah tanpa lemak, seafood (tiram dan kepiting), biji labu kacang mete, gandum utuh.
Sukamto juga menyarankan untuk makan teratur tiga kali sehari dengan porsi seimbang.
"Hindari makanan olahan dan yang digoreng berlebihan, batasi gula, garam dan lemak, serta utamakan makanan segar," ujar dia.
Makanan selanjutnya yang dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah yang mengandung probiotik alami, seperti yogurt, kimchi, tempe, kefir, dan kombucha (tanpa gula berlebih).
Kemudian, rempah-rempah penunjang seperti jahe, kunyit, kayu manis, cengkeh, bawang putih, dan temulak juga bisa dikonsumsi.
Selain makanan, Sukamto juga mengatakan minuman juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya teh hijau, air kelapa, dan infused water dengan lemon atau jeruk nipis.
"Jus buah tanpa gula, serta mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari," kata dia.
Pola makanan yang baik juga perlu didukung dengan olahraga teratur, tidur cukup, kelola stres, menghindari rokok dan alkohol serta menjaga berat badan ideal. (Ant/Z-1)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved