Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DUDUK adalah posisi tubuh di mana seseorang menurunkan tubuhnya ke permukaan yang lebih rendah, seperti kursi, sofa, lantai, atau bangku, dengan bagian kaki menekuk dan tubuh bagian atas tegak atau condong ke depan atau belakang.
Duduk adalah aktivitas yang sangat umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk beristirahat, bekerja, belajar, atau berkumpul.
Meskipun duduk memiliki manfaat, terlalu lama duduk tanpa bergerak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penurunan sirkulasi darah, peningkatan risiko obesitas, gangguan postur tubuh, dan masalah jantung.
Oleh karena itu, sangat penting untuk sesekali berdiri dan bergerak agar tubuh tetap sehat. Duduk terlalu lama, terutama di depan komputer atau perangkat lainnya, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan tubuh.
Duduk dalam waktu lama dapat mengurangi pembakaran kalori, yang berkontribusi pada peningkatan berat badan dan obesitas. Kurangnya aktivitas fisik dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kurangnya pergerakan menyebabkan penurunan fungsi kardiovaskular, yang dapat menyebabkan masalah jantung jangka panjang.
Posisi duduk yang tidak baik atau duduk terlalu lama dapat menyebabkan gangguan pada postur tubuh, seperti membungkuk, sakit punggung, dan leher kaku. Ini terjadi karena ketegangan otot yang terus-menerus.
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan resistensi insulin, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Tidak bergerak mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah secara efisien.
Posisi duduk yang statis dapat memperlambat aliran darah ke bagian tubuh tertentu, terutama kaki. Ini bisa menyebabkan pembekuan darah atau varises (pembuluh darah yang membesar).
Duduk dalam posisi yang tidak ergonomis atau terlalu lama dapat menyebabkan sakit punggung dan leher. Ketegangan pada tulang belakang dan otot dapat memicu nyeri kronis.
Duduk terlalu lama dapat memengaruhi kesehatan mental. Penurunan aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan tingkat kecemasan, stres, dan depresi.
Kurangnya aktivitas fisik dapat mengurangi aliran darah ke otak, yang berpengaruh pada kemampuan kognitif, konsentrasi, dan daya ingat.
Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang banyak duduk memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker tertentu, seperti kanker usus, payudara, dan rahim, karena kurangnya gerakan.
Duduk terlalu lama tanpa bergerak dapat menyebabkan otot-otot tubuh, terutama di bagian kaki dan punggung, menjadi kaku dan kram.
Otot-otot yang tidak digunakan dalam waktu lama dapat kehilangan kekuatan dan massa, menyebabkan kelemahan otot. Aktivitas fisik minimal memperburuk kondisi ini.
Duduk terlalu lama dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan masalah seperti sembelit, kembung, atau gangguan pencernaan lainnya.
Posisi duduk yang buruk dapat menekan diafragma dan membatasi kapasitas paru-paru. Ini bisa mengganggu pernapasan normal dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Penting untuk memperhatikan durasi dan cara duduk agar dapat menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (Z-12)
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Natrium sering kali menjadi bahan perdebatan: di satu sisi dianggap berbahaya bagi kesehatan jantung, tetapi di sisi lain, tubuh sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa mineral ini.
Obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, karena keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian terkait kardiovaskula
Mangga, buah tropis yang digemari karena rasa manis dan segarnya, tak hanya nikmat di lidah, tetapi juga kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
MUSIKUS Maia Estianty kini lebih mementingkan aspek kesehatan tubuh saat usianya menginjak 50 tahun. Keluhan pada bagian sendi dan tulang yang mulai muncul membuatnya lebih waspada.
Penyanyi yang kerap disebut Bunda Maia tersebut mengatakan keluhan fisik sudah ia rasakan sejak memasuki usia 40 tahun.
Beragam jenis buah seperti kiwi, apel, pisang, dan buah beri terbukti membantu menjaga kesehatan tubuh menurut riset kesehatan internasional.
Penelitian terbaru menjelaskan radikal bebas tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga berperan penting dalam respirasi, imun, dan kesehatan tubuh.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kacang hijau mengandung senyawa bioaktif dan gizi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved