Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARASETAMOL (asetaminofen) adalah obat yang sering digunakan untuk pereda nyeri dan menurunkan demam. Obat ini dikenal aman bagi kebanyakan orang, termasuk lansia, ketika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.
Namun, apakah parasetamol aman jika dikonsumsi secara sering oleh lansia?
Artikel ini membahas potensi bahaya penggunaan parasetamol yang berlebihan pada lansia serta tips untuk menggunakannya dengan aman.
Salah satu risiko utama yang perlu diperhatikan adalah potensi kerusakan hati. Parasetamol diproses oleh hati, dan penggunaan dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat membebani organ ini.
Pada lansia, fungsi hati cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga mereka lebih rentan terhadap efek toksik parasetamol.
Overdosis parasetamol, meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu besar, bisa menyebabkan kerusakan hati serius bahkan kegagalan hati.
Lansia sering kali mengonsumsi berbagai jenis obat untuk mengelola kondisi medis lainnya, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
Salah satu risiko besar dari penggunaan parasetamol adalah potensi interaksinya dengan obat-obatan lain yang biasa digunakan lansia.
Misalnya, parasetamol dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin, meningkatkan risiko perdarahan yang berbahaya.
Meskipun parasetamol tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), penggunaan jangka panjang tetap dapat memberikan beban tambahan pada ginjal.
Hal ini berisiko bagi lansia yang sudah memiliki gangguan ginjal atau kondisi medis lain yang memengaruhi fungsi ginjal.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko masalah jantung pada beberapa individu.
Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi parasetamol secara berlebihan bisa berdampak pada sistem kardiovaskular, yang merupakan masalah besar bagi lansia dengan riwayat penyakit jantung.
Pada lansia yang sudah memiliki gangguan kognitif, seperti demensia atau Alzheimer, penggunaan parasetamol dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat memperburuk kondisi tersebut.
Walaupun bukti mengenai pengaruh parasetamol terhadap fungsi otak masih terbatas, disarankan untuk berhati-hati dalam penggunaan obat ini pada lansia dengan masalah kognitif.
Lansia cenderung lebih sensitif terhadap efek samping obat. Penggunaan parasetamol secara berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti mual, pusing, atau gangguan pencernaan.
Karena itu, lansia harus berhati-hati dalam mengikuti dosis yang dianjurkan dan memperhatikan adanya gejala efek samping.
Meskipun parasetamol aman digunakan dalam dosis yang tepat, penting untuk mengikuti panduan berikut agar tetap aman bagi lansia:
Parasetamol adalah obat yang efektif untuk mengatasi nyeri dan demam, namun jika dikonsumsi secara berlebihan atau sering oleh lansia, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Kerusakan hati, gangguan ginjal, interaksi obat yang berbahaya, serta pengaruh pada kesehatan jantung dan fungsi kognitif adalah beberapa potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan dan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penggunaannya aman bagi lansia.
Jika Anda atau orang terdekat Anda adalah lansia yang mengonsumsi parasetamol, pastikan untuk mengikuti pedoman yang diberikan oleh profesional medis guna menjaga kesehatan jangka panjang. (Z-10)
Sumber:
Dinas Sosial DKI Jakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini demi meningkatkan kualitas hidup lansia.
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Rekomendasi 7 sepatu Nike tanpa tali yang nyaman dan aman untuk lansia. Mudah dipakai tanpa membungkuk, fokus stabilitas dan kenyamanan kaki.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Samuji (72) tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Puluhan tahun mengandalkan kekuatan betis untuk memutar roda demi mengais rezeki, kini ia bisa bernapas lebih panjang.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved