Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis neurologi, dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.N(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), mengingatkan agar pengidap migrain tidak mengonsumsi obat selama lebih dari 15 hari dalam sebulan karena dapat menyebabkan medication-overuse headache (MOH) atau sakit kepala akibat dosis obat berlebihan.
"Penggunaan obat itu harus dibatasi, tidak boleh lebih dari 15 hari dalam 1 bulan," kata Henry dikutip dari Antara Kamis (13/6).
Henry menjelaskan bahwa batas penggunaan obat selama 15 hari dalam 1 bulan berlaku khusus untuk obat-obatan pereda nyeri kepala sederhana seperti paracetamol atau ibuprofen. Sedangkan untuk obat yang lebih kompleks atau campuran, batas penggunaannya lebih pendek, yakni hanya 10 hari.
Baca juga : Sering Dikonsumsi, Ternyata 2 Obat Sakit Kepala Ini Dapat Berisiko Memicu Anemia Aplastik
"Jika penggunaan obat melebihi 10 atau 15 hari dalam satu bulan selama tiga bulan berturut-turut, maka pola nyeri kepala akan berubah atau memburuk," ujar Henry.
Henry menjelaskan bahwa obat pereda nyeri kepala bersifat aborsif atau hanya digunakan ketika gejala nyeri kepala muncul, berbeda dengan obat demam yang dikonsumsi rutin sesuai jadwal.
"Penggunaan obat harus dibatasi. Biasanya saya anjurkan dalam waktu satu minggu, batasi penggunaannya kurang dari 3 hari atau 2 hari," kata Henry.
Henry juga menyarankan pencegahan serangan migrain dengan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, pola makan sehat dan terjadwal dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan manajemen stres.
"Minum obat sesuai anjuran dokter, batasi kafein, hindari alkohol, dan berhenti merokok untuk mengurangi atau mencegah frekuensi migrain," kata Henry. (Z-10)
Fenomena stroke di usia muda meningkat. Stres kronis, gaya hidup modern, dan tekanan emosional kini jadi faktor utama risiko stroke generasi produktif.
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang menyengat. Kondisi ini tak jarang membuat sebagian orang lebih rentan terserang migrain atau sakit kepala sebelah.
Dokter spesiali syaraf mengungkapkan sejumlah langkah untuk mencegah migrain atau sakit kepala sebelah yang sering muncul saat cuaca panas.
Penelitian terbaru menemukan reseptor khusus yang bisa memblokir rasa sakit tanpa mengganggu peradangan alami tubuh.
Kenali 4 jenis obat migrain bebas resep seperti Panadol Extra dan Bodrex Migra yang efektif redakan sakit kepala sebelah dengan cepat dan aman.
Parasetamol (asetaminofen) adalah obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Obat ini dikenal aman bagi kebanyakan orang, apabila digunakan sesuai anjuran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved