Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan kadar gula darah berlebih yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin, gangguan fungsi insulin, atau kombinasi keduanya. Untuk mencegah dan mengelola penyakit ini, penting untuk memahami DM lebih dalam. Berdasarkan penyebabnya, DM terbagi menjadi empat jenis utama: DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lainnya, dan diabetes gestasional (DM selama kehamilan).
Pada anak-anak, DM tipe 1 menjadi kasus yang paling umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan insulin yang signifikan akibat kerusakan sel-sel pankreas melalui proses autoimun. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel-sel pankreas sebagai ancaman dan menghancurkannya. Kerusakan tersebut biasanya tidak menunjukkan gejala sampai lebih dari 90% sel pankreas rusak.
Salah satu masalah utama diabetes anak di Indonesia adalah rendahnya kesadaran masyarakat, bahkan di kalangan tenaga kesehatan. Akibatnya, banyak kasus DM pada anak tidak terdeteksi atau terabaikan. Sebagian besar anak dengan DM tipe 1 baru terdiagnosis setelah mengalami ketoasidosis diabetikum (KAD), sementara sebagian lainnya tidak terdiagnosis sama sekali atau mendapatkan diagnosis yang keliru saat pertama kali mengunjungi dokter.
Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2022, terdapat 1,2 juta anak di bawah usia 19 tahun di seluruh dunia yang menderita DM tipe 1. Di Indonesia, kasus DM tipe 1 tercatat sebanyak 150 kasus pada tahun 2009. Namun, dalam lima tahun terakhir, jumlah kasus ini meningkat drastis lebih dari 500 persen, mencapai 1.462 kasus pada tahun 2024.
Terdapat dua faktor utama yang memengaruhi risiko anak terkena diabetes melitus tipe 1:
Ada beberapa gejala DM tipe 1 pada anak yang biasanya mirip dengan gejala DM pada orang dewasa, antara lain:
Terdapat 5 cara penanganan DM tipe 1 pada anak yaitu:
Diabetes melitus (DM) tipe 1 pada anak adalah penyakit kronis yang semakin meningkat di seluruh dunia. Meskipun tidak dapat disembuhkan, DM pada anak dapat dikontrol melalui penyuntikan insulin, pemantauan gula darah, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan edukasi yang tepat.
Tingginya angka kasus DM tipe 1 di Indonesia menekankan perlunya kesadaran yang lebih baik dari masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mendeteksi dan mengelola penyakit ini sejak dini. Dengan dukungan keluarga dan kerjasama tim medis yang efektif, anak dengan DM tipe 1 bisa menjalani kehidupan yang sehat, aktif, dan mengurangi risiko timbulnya komplikasi. (Z-11)
Mekanisme antidiabetes Annona muricata L. diduga terjadi melalui beberapa jalur, di antaranya menghambat Penyerapan Karbohidrat,
Penyebab diabetes bisa datang dari mana saja, bahkan hal-hal sederhana yang rutin dilakukan setiap hari seperti penggunaan gawai atau gadget.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
DI tengah kesibukan dan gaya hidup serba cepat, banyak orang tidak menyadari bahwa sejumlah kebiasaan kecil dalam keseharian dapat memicu munculnya diabetes.
Perluasan akses penanganan diabetes perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Tercatat tahun 2024 ada sekitar 28.559 orang mengidap penyakit diabetes, sedangkan di tahun 2025 ini di perkirakan mencapai 30 ribu orang.
Mengompol saat tidur merupakan hal yang biasa terjadi pada anak. Namun, jika anak sudah menjalani toilet training atau jarang mengompol tetapi tiba-tiba kembali sering mengompol, ada apa?
IDAI melaporkan lonjakan signifikan kasus diabetes pada anak, meningkat 70 kali lipat pada 2023 dibandingkan 2010.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku kaget soal banyaknya kasus diabetes yang diderita anak
Ketua Pelaksana CCC 2024 Kayla Athaya mengatakan kenaikan angka tersebut harus mendapat perhatian bersama
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperkirakan kasus (diabetes melitus) DM tipe 1 pada anak usia 12 hingga 18 tahun meningkat saat ini dengan kenaikan mencapai 70%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved