Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNGKAPAN "Anjing adalah sahabat manusia" mungkin terdengar klise, namun kapan tepatnya persahabatan itu dimulai?
Siapa sangka, persahabatan antara manusia dan anjing sudah terjalin sejak 12.000 tahun yang lalu? Jauh sebelum anjing menjadi teman utama Anda di rumah, ternyata mereka sudah menjadi sahabat setia pemburu manusia di masa prasejarah.
Sebuah penelitian terbaru oleh peneliti dari Universitas Arizona telah membawa selangkah lebih dekat untuk memahami bagaimana masyarakat asli Amerika berinteraksi dengan anjing dan serigala purba.
Penelitian yang diterbitkan pada Rabu (4/12) di jurnal Science Advances berdasarkan temuan arkeologis dari Alaska, mengungkapkan bahwa manusia dan nenek moyang anjing modern mulai menjalin hubungan erat sekitar 12.000 tahun yang lalu, 2.000 tahun lebih awal dari yang tercatat sebelumnya di Amerika.
Dilansir dari laman Neuroscience News, penulis utama studi dan asisten profesor riset di Fakultas Antropologi Universitas Arizona, Francois Lanoe mengatakan, saat ini, telah memiliki bukti bahwa anjing dan manusia memiliki hubungan dekat lebih awal daripada yang diketahui di Amerika.
"Sampai Anda menemukan hewan-hewan itu di situs arkeologi, kita dapat berspekulasi tentangnya, tetapi sulit untuk membuktikannya. Jadi, ini merupakan kontribusi yang signifikan,” tambah Lanoe.
Pada 2018, Lanoe dan timnya menemukan tulang tibia, atau tulang kaki bagian bawah dari seekor anjing dewasa di situs arkeologi kuno Swan Point, yang terletak sekitar 70 mil tenggara Fairbanks, Alaska.
Penanggalan radiokarbon mengungkapkan bahwa anjing tersebut hidup sekitar 12.000 tahun lalu, mendekati akhir Zaman Es.
Selanjutnya, penggalian tambahan yang dilakukan para peneliti pada Juni 2023, menemukan tulang rahang anjing berusia 8.100 tahun di situs terdekat bernama Bukit Hollembaek, di selatan Delta Junction, mengindikasikan kemungkinan adanya proses domestikasi.
Analisis kimia pada tulang tersebut mengungkapkan adanya kandungan protein salmon yang menunjukkan bahwa anjing tersebut secara rutin mengonsumsi ikan tersebut. Ini tergolong tidak biasa bagi anjing di daerah tersebut pada masa itu, karena mereka umumnya hanya memburu hewan darat.
Penjelasan yang paling masuk akal untuk adanya salmon dalam makanan anjing tersebut adalah ketergantungan mereka pada manusia.
Para peneliti percaya anjing dari Swan Point membangun hubungan awal antara manusia dan anjing di Amerika. Namun, masih terlalu cepat untuk menyimpulkan apakah penemuan ini merupakan anjing domestikasi yang paling awal di benua tersebut.
Anjing dan manusia telah membangun hubungan yang erat dalam sistem sosioekologi utara (subartik dan arktik).
Penelitian ini mendokumentasikan keunikan ikatan tersebut serta berbagai bentuk perwujudannya di pedalaman Alaska, wilayah yang sangat penting untuk memahami populasi asli Amerika dan gaya hidup awal masyarakat utara.
Berdasarkan data genomik, isotopik, dan osteologi dari kanid asli dan yang sudah ada dari situs arkeologi, paleontologi, dan modern. Hasilnya menunjukkan bahwa, berbeda dengan kanid yang ditemukan dalam konteks non-antropis, kanid yang ditemukan terkait dengan pekerjaan manusia sangat beragam.
Penemuan ini mencakup berbagai spesies dan garis keturunan intraspesifik, variasi morfologi, serta pola makan yang mencakup sumber daya darat hingga laut.
Variasi ini terlihat di sepanjang gradien geografis dan temporal, dimulai pada akhir Pleistosen, dengan anjing yang menunjukkan pola makan yang didominasi oleh makanan laut.
Studi ini memberikan bukti adanya beragam hubungan ekologis antara anjing dan manusia di wilayah utara, mulai dari pemangsaan, kemungkinan komensalisme, dan penjinakan, hingga domestikasi serta asal-usul dari hubungan tersebut. (Z-1)
PENULIS Rayni N. Massardi mengoprek kembali 13 cerita pendek (cerpen) lawasnya, menyegarkan bahasa, lalu menambahkan satu cerita baru berjudul Orangutan Bima
Teori bahwa manusia berevolusi karena kebiasaan berlari jarak jauh sempat menuai perdebatan. Berlari menghabiskan energi lebih banyak dibanding berjalan
Lebih dari 70% perusahaan di Asia Tenggara telah mengadopsi inisiatif AI, namun hanya 23% yang benar-benar membawa ke tahap penggunaan transformatif, alias menghasilkan dampak nyata.
Tubuh kita bukan hanya kumpulan sel-sel, tapi juga dihuni berbagai mikroorganisme seperti bakteri, jamur, hingga yeast.
Kedekatan evolusi antara manusia dan simpanse tetap tidak terbantahkan. Perbedaan utamanya justru banyak ditemukan pada DNA noncoding.
AHLI bedah Staten Island University Hospital, Dr Indraneil Mukherjee, menjelaskan bahwa seorang manusia dapat tetap hidup meskipun beberapa organ tubuhnya terpaksa harus diangkat.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved