Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS LIA menggelar Wisuda II untuk program D3 Bahasa Inggris, S1 Bahasa Inggris, dan S1 Bahasa Jepang di Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur,kemarin
Acara ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan sekaligus Universitas LIA dalam komitmennya menghadirkan pendidikan berkualitas. Wisuda ini dihadiri Badan Penyelenggara Universitas LIA, yaitu Yayasan LIA, perwakilan LLDIKTI Wilayah III, perwakilan perguruan tinggi mitra, serta tamu undangan dari berbagai instansi yang bekerja sama dengan Universitas LIA.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas LIA, Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd., menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas pencapaian mereka. Ia menegaskan bahwa wisuda ini adalah yang kedua sejak transformasi STBA LIA, yang didirikan pada tahun 1999, menjadi Universitas LIA.
Rektor LIA juga menyampaikan harapan besar kepada para lulusan program Sarjana dan Ahli Madya ini, yang diharapkan akan segera diikuti oleh lulusan dari program studi baru, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Sistem Informasi (SI), Informatika, dan Bisnis Digital. Program-program yang baru dimulai pada tahun akademik ini dirancang untuk menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi di bidang teknologi, bisnis, dan desain.
Selain itu, Rektor memaparkan pencapaian signifikan Universitas LIA pada tahun 2024, termasuk realisasi program UL-CCC 2+2 joint program. Program ini memungkinkan mahasiswa menjalani dua tahun studi di Indonesia dan dua tahun di Jepang, dilengkapi dengan magang. Mahasiswa juga berpeluang memperoleh Gijinkoku Visa, yang membuka akses kerja profesional di Jepang pada bidang komputer, bisnis internasional, dan desain.
Prestasi lain yang membanggakan adalah pengiriman mahasiswa untuk program pertukaran di Kanda University of International Studies dan Kochi University, serta keberhasilan Universitas LIA menjadi tuan rumah International Conference on English Language and Linguistics (ICELL) pertama.
ICELL kedua direncanakan akan berlangsung di Vietnam pada tahun 2025. Universitas LIA juga turut berperan aktif sebagai co-host dalam International Conference on Sustainability, Environment and Technology (IC-SET) di Hongaria, serta dalam Tohoku University Interdisciplinary International Seminar (TUIIS) ke-5 di Sendai, Jepang.
Tri Munanto, S.E., M.Ak., perwakilan LLDIKTI Wilayah III, memberikan motivasi kepada para lulusan untuk terus berinovasi dan beradaptasi di dunia kerja yang kompetitif. Di sisi lain, Prof. Dr. Ilza Mayuni, Ketua Pengurus Yayasan LIA, menegaskan komitmen Yayasan LIA untuk terus mendukung peningkatan kualitas proses pendidikan dan hasil pembelajaran di Universitas LIA.
Sebagai inspirasi, Nendy Koesey, S.S., alumni Program Studi Bahasa Inggris yang kini menjabat sebagai Letnan Satu Korps Ajudan Jenderal TNI AD, membagikan cerita suksesnya. Ia mengungkapkan Universitas LIA mempersiapkannya menjadi instruktur bahasa Inggris, interpreter, dan negosiator dalam misi perdamaian PBB. Kini, Nendy mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di Australia.
Kesuksesan Nendy dan berbagai pencapaian Universitas LIA menjadi bukti nyata kemampuan institusi ini dalam mencetak lulusan berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Universitas LIA terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang unggul dan inovatif, membawa langkah baru menuju masa depan. (H-2)
Institut Teknologi Bandung (ITB) mewisuda sebanyak 2.727 wisudawan dari jenjang sarjana, magister dan doktor selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu, 29–31 Agustus 2025.
Kesuksesan di masa depan tidak semata-mata dari nilai akademik saja, tetapi juga kecerdasan untuk beradaptasi dengan orang dan situasi. baru.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved