Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar wisuda hari kedua program Doktor ke-11, Magister ke-49, Spesialis ke-6, Sarjana ke-80, dan Program Diploma Tiga di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyar, MA., Gedung Cendekia UMJ, Cirendeu, Tangsel Sabtu (27/10).
Senat UMJ dan Rektor UMJ melantik 1.053 mahasiswa dari total 1.572 wisudawan pada periode semester genap tahun akademik 2023/2024 yang dibagi menjadi dua sesi.
Sesi kedua tersebut diisi oleh wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Teknik. Sementara itu, sesi ketiga diikuti wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta Sekolah Pasca Sarjana (SPs).
Wakil Ketua MPR RI M. Eddy Dwiyanto Soeparno yang hadir pada wisuda menyampaikan orasi ilmiah tentang era rapid change (perubahan cepat). Menurutnya, teknologi dan digitalisasi mengubah wajah sektor pendidikan, kesehatan, dunia usaha, transportasi, pertanian dan lain-lain.
Terlebih, perubahan cepat tersebut berdampak langsung pada memburuknya polusi udara dan kualitas ekologi. Oleh karena itu, ia berpesan kepada wisudawan untuk beradaptasi dengan cepat agar menjadi sumber daya manusia yang unggul dan dapat menguasai teknologi dengan baik.
"Untuk menghadapi perubahan cepat itu, para wisudawan lulusan UMJ harus memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin atau pendobrak, jadi pelopor bukan pengekor, jadi reformis jangan apatis, dan jadi aktor dari perubahan karena ini yang akan menentukan nama kalian tercatat di buku sejarah atau buku tamu undangan," kata Eddy Dwiyanto.
Ia mengingatkan untuk menjadi seorang pemimpin di era rapid change, lulusan UMJ perlu memiliki keterampilan problem solving, critical thinking, dan creativity. "Keterampilan utama ini tentunya untuk mendapatkan pekerjaan di era digital," beber Eddy.
Menurutnya, apabila UMJ dan para wisudawan berkontribusi sebagai Center of Excellence, akan menghasilkan lingkungan yang bersih ketika perubahan teknologi dan digitalisasi mendominasi berbagai sektor kehidupan termasuk pendidikan serta kesehatan.
Eddy yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI periode 2019-2024 tersebut, berharap wisudawan UMJ memiliki mentalitas sebagai agen perubahan, yaitu seseorang yang mampu melihat peluang, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan sama, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasy, M.Si., dalam pidatonya mengutarakan dengan akreditasi Unggul yang telah diraih UMJ, menandakan kampus tertua Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) ini sudah setara dengan kampus Unggul lainnya.
Menurut Ma'mun, capaian tersebut merupakan hasil yang luar biasa bagi UMJ dan merupakan bagian dari DNA Muhammadiyah, yaitu memiliki spirit Al-Ma'un untuk memberi ke umat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
"UMJ akan terus menjunjung tinggi misi umat untuk memajukan pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari konsistensi UMJ yang senantiasa memberi beasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten Prof. Asep Saefudin Jahar, Ph.D. dalam sambutannya menekankan kepada wisudawan agar tidak terlena dengan nilai IPK tinggi yang diraih selama di bangku kuliah.
Menurutnya, kesuksesan di masa depan tidak semata-mata dari nilai akademik saja, tetapi juga kecerdasan untuk beradaptasi dengan orang dan situasi. baru di lingkup kerja dan pada perubahan zaman.
"Jadi, kunci yang harus kita lakukan adalah seberapa baik kita bisa beradaptasi dengan kemampuan orang dan perubahan. Jangan mudah merasa bangga karena kita harus memupuk mentalitas, kemampuan, dan keterampilan untuk beradaptasi," jelas Asep.
Wakil Ketua Ikatan Alumni (IKALUM) UMJ Dr. Mukti Ali, MA. berharap setiap fakultas di UMJ mendorong para lulusan untuk berhimpun dalam suatu lembaga alumni. Menurutnya, tradisi ini perlu diwujudkan agar setiap lulusan mempunyai rasa memiliki dan menjadi bagian dari keluarga besar UMJ.
"Kalau alumninya merasa menjadi bagian dari keluarga maka akan mempunyai keterikatan dan dapat saling membantu adik-adiknya (dalam pendidikan maupun dunia kerja)," tukasnya.
Sebelumnya, pada hari pertama, Wisuda ke-80, UMJ meluluskan 519 wisudawan dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.(H-2)
Institut Teknologi Bandung (ITB) mewisuda sebanyak 2.727 wisudawan dari jenjang sarjana, magister dan doktor selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu, 29–31 Agustus 2025.
Wisuda ini adalah yang kedua sejak transformasi STBA LIA, yang didirikan pada tahun 1999, menjadi Universitas LIA.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam orasinya, Hadi menegaskan bahwa tantangan utama pelayanan kesehatan saat ini bukan semata pada aspek teknis, melainkan pada nilai yang menopang kepemimpinan
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Universitas Muhammadiyah Jakarta meraih Silver Winner Anugerah Humas Diktisaintek 2025 kategori Laman Website, menegaskan komitmen UMJ dalam komunikasi publik digital.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya peradaban Islam berkemajuan dalam Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai teladan PTMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved