Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, Halal Fair kembali digelar dengan membawa misi besar.
Tidak hanya menghadirkan produk halal unggulan dari dalam negeri, Halal Fair juga menjalin kerja sama internasional dengan empat negara muslim, yaitu Mesir, Malaysia, Uzbekistan, dan Tunisia). Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jaringan pasar global untuk produk halal Indonesia.
Halal Fair, pada penghujung tahun 2024, menghadirkan setidaknya 158 tenant dari berbagai sektor bisnis, mulai dari fesyen, kuliner, hingga perjalanan haji dan umrah.
Potensi acara ini didukung oleh semakin tingginya daya beli masyarakat muslim Indonesia, terutama dari kalangan kelas menengah yang berkembang pesat.
Menurut Project Director WPCitra Satrio Sukur, dalam upacara pembukaan Halal Fair di Hall 1, ICE BSD Tangerang, Jumat (6/12), acara ini terus membawa pembaruan sejak pertama kali diadakan pada 2019.
“Mulai dari 2019, kami selalu merencanakan gebrakan baru di setiap acara Halal Fair untuk memberi yang terbaik, tujuannya satu yaitu membuat bisnis produk halal semakin maju dan semua orang semakin paham dengan ekonomi syariah,” ujarnya kepada media, Jumat (6/12).
Satrio menjelaskan Halal Fair juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, ekonomi syariah dirumuskan sebagai salah satu pilar penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan bisnis halal adalah memastikan nilai-nilai syariah diterapkan secara universal dan dalam konsep jual-beli.
“Dari terselenggaranya Halal Fair, kami berharap dapat menjadi platform dalam mempromosikan dan memasarkan produk halal serta gaya hidup halal, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” harapnya.
Acara ini juga tidak hanya berfokus pada transaksi bisnis, tetapi juga menghadirkan berbagai program edukasi dan hiburan yang menarik.
Pengunjung dapat mengikuti talkshow tentang kesehatan mental, menikmati zona kuliner halal, hingga mengajak anak-anak untuk bermain di Rihla Kids, tempat bermain anak-anak berkonsep islami.
Selain itu, Halal Fair juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar internasional. Negara-negara seperti Mesir, Malaysia, Uzbekistan, dan Tunisia turut serta dalam acara ini, memberikan peluang kerja sama bisnis yang lebih luas bagi para pelaku usaha halal di Indonesia.
Tahun ini, menurut Satrio, Halal Fair menargetkan kunjungan hingga 30 ribu orang selama tiga hari penyelenggaraan yang akan berlangsung dari 6 Desember sampai dengan 8 Desember.
“Daya beli terhadap produk halal terus meningkat, terutama dari masyarakat muslim kelas menengah Indonesia, target jangka pendeknya, ingin terus mendorong transaksi dan perputaran bisnis untuk kebutuhan produk halal dalam negeri,” tutup Satrio. (Z-1)
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Halalicious Food Festival 2025 hadir di JIEXPO sebagai bagian dari ISEF 2025, menghadirkan lebih dari 40 tenant kuliner halal UMKM bersertifikat.
Pemerintah mendorong beberapa strategi agar ekosistem keuangan syariah dan industri halal terus berkembang antara lain memperluas KUR syariah dan optimalisasi bullion bank atau bank emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved