Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN bangga berkebaya harus diperluas karena merupakan bagian upaya pelestarian warisan budaya bangsa, sekaligus memperkokoh identitas perempuan Indonesia.
"Perempuan berkebaya sesungguhnya merupakan penghormatan kepada para pendahulu bangsa yang mempertahankan identitasnya dalam arus modernisasi, sekaligus berjuang untuk kesetaraan berdasarkan rasa cinta tanah air," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat memberi sambutan pada acara peluncuran buku berjudul Kebaya: Keagungan Yang Diwariskan di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara V, Kompleks DPR RI/MPR RI/DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).
Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota parlemen perempuan, istri Anggota Kabinet Merah Putih, dan komunitas perempuan berkebaya di tanah air.
Menurut Lestari, kebaya merupakan warisan budaya yang terhubung dengan nasionalisme di Indonesia.
Kebaya, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, merupakan pakaian tradisional yang mencerminkan identitas perempuan sekaligus kekayaan budaya Indonesia.
Kebaya, jelas Rerie, merupakan cerminan identitas nasional yang berawal dari kemauan perempuan mempertahankan pemakaian batik sebagai 'identitas'. Pada akhirnya, tegas dia, kebaya menjadi simbol pergerakan perempuan.
Pada masa kolonial Belanda, tambah dia, mempertahankan dan memelihara identitas etnis merupakan bagian integral dari perjuangan dan keberlanjutan keunikan budaya.
Sejak awal abad XX, jelas Rerie, kebaya menjadi simbol persatuan dan pergerakan perempuan. Kebaya kemudian ditetapkan kembali menjadi pakaian nasional bagi perempuan pada awal pemerintahan Soekarno.
"Dengan mengenakan kebaya, perempuan mulai mengisi berbagai ruang sosial dengan isu-isu kesetaraan di masa itu," ujar Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah.
Gerakan Bangga Berkebaya yang digaungkan saat ini, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan perwujudan solidaritas dan persatuan perempuan dalam mendukung pelestarian budaya.
Pada awal 2023, tambah dia, Indonesia bersama Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam sepakat mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Pengusulan itu, jelas Rerie, berdasarkan pada kesadaran akan budaya bersama dan representasi sejarah kolektif, sekaligus menjadi simbol kebanggaan perempuan sekawasan.
"Gerakan Bangga Berkebaya pun mampu meningkatkan kebanggaan nasional dan menguatkan kohesivitas perempuan ASEAN," pungkasnya. (*/Z-2)
Padel Berkebaya, Merayakan Kebaya dalam Gaya Hidup Aktif
Kutubaru, kebaya modern, hingga kebaya khas Manado pernah dipilih Prilly untuk digunakan
ENERGI budaya Jawa dan kekuatan eksotis songket Minangkabau dipadukan. Dua kutub ini disatukan dengan sentuhan detail kaya tekstur, permainan warna, dan siluet modern.
INDONESIA menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, Kolintang dan Kebaya, di Museum Nasional Indonesia (MNI).
Kementerian Kebudayaan mengemukakan bahwa Indonesia menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, kolintang, dan kebaya.
Sanly Liu menyampaikan bahwa inspirasi rancangan gaun itu adalah Garuda, burung mitologis yang membawa Dewa Wisnu dan dijadikan sebagai lambang kekuatan, kebesaran, dan perlindungan ilahi.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
RUU PPRT resmi jadi inisiatif DPR RI pada 12 Maret 2026. Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya UU PPRT untuk perlindungan pekerja dan kepastian hubungan kerja.
Lestari mengingatkan bahwa tantangan mudik tahun ini semakin kompleks, terutama dengan adanya ancaman krisis iklim yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Lestari Moerdijat soroti pentingnya kebijakan struktural bagi kesetaraan perempuan di IWD 2026. Simak data kesenjangan gender dan perlindungan perempuan terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved