Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa kurangnya dokter spesialis onkologi menjadi penyebab permasalahan penanganan kanker di Indonesia. "Persoalan terbesar dalam penanganan kanker di Indonesia adalah dokternya, kita tidak punya dokter onkologi yang cukup," kata Menkes dalam keterangannya, Minggu (24/11).
Ia melanjutkan bahwa permasalahan jumlah dokter ikut menyebabkan distribusi alat kesehatan ke rumah sakit di daerah terhambat. Pasalnya, sebab perlu ada dokter spesialis di rumah sakit agar alat dapat dioperasikan.
Untuk mengatasi persoalan menahun kekurangan dokter tersebut, pemerintah meluncurkan program fellowship dan mengembalikan kolegium kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Karena kita mau mempercepat program fellowship, sehingga dokter spesialis penyakit dalam bisa melakukan kemoterapi," tegas Budi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter yang mampu menangani kanker. Dengan begitu, akan lebih banyak pasien dapat diselamatkan dari bahaya kanker karena penyakitnya ditangani lebih cepat.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan untuk mengirimkan 100 dokter setiap tahunnya. Seratus dokter tersebut akan mengikuti program fellowship dalam bidang seperti kardiologi intervensional. Durasi pelatihan berkisar antara 6 hingga 24 bulan.
Pemerintah mengambil kebijakan untuk mengirim belajar para dokter ke luar negeri dikarenakan terbatasnya kapasitas pendidikan di dalam negeri untuk program fellowship.
Untuk menyukseskan program ini, Budi mengingatkan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama dari kolegium. Tanpa dukungan kolegium, program peningkatan jumlah dokter spesialis yang berkualitas untuk kemoterapi dan intervensi medis akan sulit diwujudkan. “Bagi sebagian kelompok, upaya ini tidak populer, tapi kita harus ingat 234 ribu orang meninggal setiap tahunnya,” pungkasnya. (M-1)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pembangunan 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
STRATEGI penting untuk menjaga kesehatan masyarakat yakni dengan promotif dan preventif yang sudah terangkum dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
ISU kekurangan dokter seakan sudah menjadi ratapan yang tak kunjung berakhir di negeri tercinta ini sejak puluhan tahun.
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sangat gandrung menarasikan bahwa negeri ini kekurangan dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved