Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KHITAN, sunat, atau sirkumsisi pada dasarnya adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis menjadi terlihat. Tindakan ini biasa dilakukan pada anak laki-laki berusia menjelang akil balig. Namun, kini, tidak jarang juga orang tua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan bahkan sejak usia balita meskipun tanpa adanya indikasi medis, karena manfaatnya yang begitu banyak.
Dokter spesialis bedah subspesialis pediatri RS Pondok Indah – Pondok Indah, Ahmad Yani menjelaskan, “Beberapa manfaat khitan misalnya dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih yang juga dapat mengganggu pertumbuhan si kecil, serta menjaga agar peradangan pada kepala penis dan kulup tidak terjadi."
"Bukan hanya mengatasi, tindakan khitan juga dapat mencegah terjadinya fimosis, yaitu kondisi ketika kulup melekat pada ujung penis dan tidak dapat ditarik. Tidak ada usia ideal untuk melakukan khitan, bahkan saat ini banyak orang tua yang mengkhitan anak-anaknya sejak bayi, agar pemulihannya lebih cepat,” lanjutnya.
Presiden Direktur RS Pondok Indah Group, penggiat Yayasan Puspita, dan Ketua Panitia Kegiatan Khitanan Massal Bakti Sosial 2024 Anna Rosita Subagdja mengatakan, “Kami memahami bahwa khitanan itu tidak hanya menjadi salah satu syariat yang wajib dalam agama Islam, tetapi tindakan ini sangat penting dalam upaya menjaga kesehatan anak laki-laki."
"Saat ini banyak masyarakat kurang mampu yang tidak dapat mengkhitan anak laki-lakinya karena keterbatasan biaya. Untuk itulah kami mengadakan kegiatan pada Minggu (17/11) lalu. Kami ingin berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di Jabodetabek, melalui akses layanan khitan yang berkualitas,” imbuhnya.
Pada acara khitanan massal itu, para orangtua dan pendamping anak-anak peserta khitan juga diperkenankan untuk mengikuti pemeriksaan gula darah sewaktu secara gratis.
Melalui pemeriksaan tersebut, diharapkan orang tua semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan khitanan massal dan bakti sosial ini selaras dengan salah satu pilar Tanggung Jawab Sosial RS Pondok Indah Group dan Yayasan Puspita, yaitu Kesehatan. Bentuk kepedulian ini juga seirama dengan pengabdian Lions Club, sehingga kerja sama ini akhirnya dapat terjalin.
Solida Ramly selaku Second Vice District Governor Lions Club District 307A1 dan Pembina dari Lions Club yang termasuk dalam Movast Family (Movast, Hope, Flash dan Dream) menjelaskan, “Kolaborasi RS Pondok Indah Group, Yayasan Puspita, Movast Family, dan Lions Club menjadi salah satu upaya kami agar dampak positif dari kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan dapat diterima oleh khalayak yang lebih luas. Lebih dari 100 peserta khitanan massal yang berhasil dikumpulkan oleh tim panitia tahun ini datang dari berbagai area.”
Khitanan massal yang diadakan oleh RS Pondok Indah Group kali ini diikuti 117 anak usia 5-15 tahun. (Z-1)
Melalui program khitanan massal nasional, perusahaan ingin memastikan bahwa manfaat sosial dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan khitanan massal bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan khitan yang aman, sehat, dan sesuai syariat.
PERUM Jasa Tirta II (PJT II) menggelar program khitanan massal gratis yang merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di Klinik PJT II, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (14/8).
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyelenggarakan khitanan massal yang diikuti 220 anak dari keluarga kurang mampu di Masjid Raya Klaten, Rabu (25/6).
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) PAM Jaya menggelar Khitanan Massal Gratis, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta.
Pemprov menyediakan ratusan kegiatan mulai dari festival seni, konser, pameran, hingga upacara kenegaraan yang melibatkan warga dari segala usia dan latar belakang
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved