Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS HIV/AIDS di Surabaya meningkat 27% pada tahun 2023, dengan lebih dari 1.100 kasus baru tercatat hingga Oktober. Faktor-faktor penyebabnya meliputi penggunaan narkoba suntik dan perilaku seksual bebas.
Sebagai kota dengan mobilitas tinggi, Surabaya menghadapi tantangan dalam mengendalikan penyebaran HIV.
Dinas Kesehatan Surabaya mengambil tiga langkah utama untuk mencegah dan mengendalikan HIV: promosi kesehatan, pencegahan, dan pengobatan.
Kampanye penyuluhan dilakukan di sekolah-sekolah dan untuk calon pengantin, sementara skrining dilakukan pada kelompok berisiko tinggi seperti waria, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), pengguna narkoba suntik, dan pekerja di ruang hiburan umum (RHU).
Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dari Universitas Airlangga menyoroti narkoba suntik dan perilaku seksual bebas sebagai penyebab utama peningkatan HIV/AIDS pada usia produktif. Praktik berbagi jarum suntik di kalangan pengguna narkoba dan perilaku seksual bebas meningkatkan risiko penularan.
Dr. Agung merekomendasikan kampanye edukasi melalui pendekatan ABC:
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sementara Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah tahap lanjut dari infeksi HIV.
HIV melemahkan imunitas dengan menyerang sel darah putih, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit seperti TBC, infeksi, dan kanker tertentu.
Penularan terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, ASI, air mani, dan cairan vagina, namun tidak melalui kontak fisik biasa atau berbagi makanan.
Gejala HIV bervariasi sesuai stadium infeksi. Pada awalnya, gejala mungkin tidak muncul, namun beberapa orang mengalami demam, sakit kepala, ruam, dan sakit tenggorokan. Tanpa pengobatan, HIV memperlemah kekebalan tubuh, menimbulkan gejala seperti demam berkepanjangan, diare, penurunan berat badan, serta meningkatkan risiko penyakit serius seperti TBC dan kanker.
Meski belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, beberapa pengobatan dapat mengelola kondisi ini dan memperlambat perkembangannya:
Terapi Antiretroviral (ART)
ART adalah kombinasi obat yang menurunkan jumlah virus dan melindungi sistem kekebalan tubuh. Terapi ini harus dilakukan seumur hidup dengan disiplin tinggi agar efektif.
Profilaksis Pasca-Paparan (PEP)
Pengobatan darurat yang diberikan dalam 72 jam setelah paparan HIV berisiko tinggi.
Profilaksis Pra-Paparan (PrEP)
Obat untuk individu dengan risiko tinggi tertular HIV, seperti pasangan orang dengan HIV, untuk mengurangi risiko infeksi.
Pengobatan Infeksi Oportunistik
Pengidap HIV rentan terhadap infeksi lainnya, sehingga pengobatan infeksi ini sering menjadi bagian dari manajemen HIV.
Sumber:
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya, telah masuk pada babak baru. Polda Jatim telah menangkap tersangka ketiga berinisial SY, 59.
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara soal kasus pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya membuahkan hasil. Kepolisian berhasil menangkap pelaku dan menetapkan tersangka
Rawon disebut dalam prasasti Taji di Ponorogo, Jawa Timur dan kala itu disebut rarawwan.
BAYI yang baru berusia dua minggu kehilangan ibunya PDA, 39, seorang warga binaan Rumah Tahanan Perempuan Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo yang meninggal dunia akibat sakit.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved