Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan cita-citanya saat kecil. Cita-cita itu terkesan aneh, namun ternyata memiliki makna yang dalam.
Mu'ti menceritakan hal itu dalam acara Silaturahim dengan 35 Pemimpin Redaksi dan perwakilan media massa yang hadir di salah satu restoran di Jakarta, Selasa, 5 November 2024. Dalam silaturahim yang berlangsung hangat dan penuh canda tersebut Mu'ti mengatakan, cita-cita masa kecilnya itu terungkap ketika ia menjawab pertanyaan sorang siswa saat kunjungan kerjanya di Palembang, Sumatra Selatan, beberapa waktu lalu.
"Waktu itu ada siswa yang bertanya, apa cita-cita saya waktu kecil? Saya jawab cita-cita saya itu ingin jadi genting kaca," kata Mu'ti.
Cita-cita itu berbeda dengan cita-cita yang lazim disampaikan anak-anak seusia Mu'ti kala itu. Namun Mu'ti pun menjelaskan makna di balik cita-cita 'aneh'-nya itu.
"Jadi kenapa saya ingin jadi genting kaca. Itu karena waktu itu di kampung saya belum ada listrik. Maka, di atap rumah kami itu ada dua buah genting kaca yang dipasang di antara genting lainnya. Tujuannya biar ada cahaya dari matahari atau bulan masuk. Jadi genting kaca itu setiap hari menjadi jalan bagi masuknya sinar matahari yang bisa menerangi seisi rumah. Jadi saya menjawab, Pak Menteri mau jadi orang bermanfaat, menerangi semuanya seperti genting kaca itu," tutur pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, ini.
Sebelumnya, menteri kelahiran 2 September 1968 ini melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Palembang, Sumatra Selatan. Di antaranya ke TK Angkasa Sri Mulyono Herlambang, SD Negeri 59 Kota Palembang, dan SMK Muhammadiyah 3 Palembang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan untuk semua lapisan masyarakat dan mendukung program wajib belajar 13 tahun.
Mu'ti menjelaskan, Palembang dipilih sebagai lokasi pertama kunjungan kerja karena kekayaan sejarahnya. “Sumatra Selatan, khususnya Palembang, adalah salah satu pusat peradaban dunia. Kejayaan indonesia dimulai dari Kerajaan Sriwijaya. Daerah ini menjadi pusat interaksi dan pengembangan budaya Indonesia yang berperan membentuk jati diri bangsa kita," kata Mu'ti
Dengan kunjungan ini, Mu’ti berharap upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat semakin optimal. Kemendikdasmen berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia melalui program-program inovatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh anak di Indonesia, menuju tercapainya Generasi Emas 2045. (H-2)
Menteri Mu'ti menekankan bahwa peristiwa ini mesti menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
PENDIDIKAN merupakan salah satu sektor penting bagi pembangunan suatu negara.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
KEPALA Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen mengatakan selama ini pengusulan prestasi murid menjadi pertimbangan dalam jalur penerimaan berbasis prestasi.
Menteri Mu'ti menekankan bahwa peristiwa ini mesti menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra Mikraj untuk membangun karakter generasi bangsa yang unggul.
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved