Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Taruna Ikrar mengatakan ada empat jenis Latiao, snack asal Cina yang diduga mengandung bakteri Bacillus Cereus antara lain Lumvi Hot Spicy Latiao, C&J Candy Joy Latiao, KK Boy Latiao, dan Lianggui Latiao. Jajanan itu, ujar dia, sebenarnya masuk kategori low risk atau risiko rendah.
“Kenyataannya ada Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) sehingga tim di Balai Besar POM Lampung dan di beberapa tempat kita cocokkan dengan gejala dan ternyata dari gejala ditemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus,"
kata Ikrar Konferensi pers di Kantor Badan POM, Jakarta, Jumat (1/11).
Badan POM mendapatkan laporan terkait dugaan jajanan latiao yang mengandung bakteri bacillus cereus. Ikrar mengatakan sumber bakteri tersebut bisa berasal dari kemasan maupun saat proses produksi.
“Kalau tumbuh bakteri berarti bisa jadi dari bahan pangan yang ada di dalam kemasan karena aspek suhu, udara atau sterilitas waktu dikemas,” terang dia.
Badan POM, tegas Ikrar, punya standar sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Namun itu baru diterapkan apabila pabrik produk tersebut ada di Indonesia. Namun, ujar Ikrar, Latiao pabriknya berada di Tiongkok.
“Badan POM tidak pernah mengeluarkan sertifikat itu,"ungkapnya.
Badan POM menindaklanjuti laporan di 7 daerah dengan melakukan investigasi, pemeriksaan, uji lab agar tidak ada korban yang keracunan.
“Masyarakat yang membawa produk tersebut dari luar negeri harap dibuang dan jangan dikonsumsi karena bisa sakit dan berisiko. Kemudian dari 73 (produk latiao) yang beredar itu kami hold untuk sementara," tukasnya. (H-3)
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved