Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KERETA api Sri Lanka, Samudradevi, yang juga dikenal sebagai Queen of The Sea, merupakan kereta api yang mengalami kecelakaan paling parah dalam sejarah.
Pada 2004, saat dalam perjalanan dari Stasiun Benteng Kolombo menuju Galle di selatan, kereta ini diterjang gelombang tsunami yang besar.
Diperkirakan antara 1.700 hingga 2.500 orang kehilangan nyawa akibat insiden tersebut.
Gempa bumi di Samudra Hindia menyebabkan pergeseran lempeng tektonik, yang memicu gelombang tsunami besar yang menerjang pantai Sri Lanka.
Kereta yang dikenal dengan nama Queen of The Sea berangkat dari Kolombo, kota terbesar di selatan, pada pukul 07.30 pada hari Minggu, menuju Galle.
Baca juga : Kemenhub: Jalur Ganda Kereta Cicalengka-Bandung Rampung Tahun Ini
Kereta itu melintasi jalur dekat pantai barat Sri Lanka, berjarak sekitar 200 meter dari laut, namun tertutup oleh pepohonan palem yang lebat, sehingga penumpang jarang bisa melihat laut.
Kereta tersebut mengangkut sekitar 1.500 penumpang di delapan gerbong yang padat, meskipun kemungkinan ada lebih banyak orang di dalamnya.
Ketika tsunami menghantam Sri Lanka, petugas berusaha memberi peringatan, tetapi tidak berhasil karena tidak ada yang menjawab telepon.
Baca juga : Jenazah Masinis Korban Kecelakaan KA Turangga- Commuter Line Bandung Raya Tiba di Rumah Duka
Gelombang pertama menghancurkan kereta, yang sempat berhenti dan menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang di sekitarnya.
Banyak yang bersembunyi di bawah kereta, sementara yang lain naik ke atapnya.
Setelah beberapa waktu, orang-orang berharap keadaan terburuk telah berlalu dan ingin pulang ke keluarga mereka.
Namun, 15 menit kemudian, gelombang kedua datang dan mengangkat kereta dari rel, menenggelamkannya.
Banyak orang tenggelam karena tidak bisa menyelamatkan diri dari kereta yang terendam air. Kereta Queen of the Sea terbenam di distrik Telwatta.
Pada gelombang kedua, peluang bertahan hidup hampir tidak ada.
Jumlah korban bervariasi, dengan laporan menyebutkan antara 1.700 hingga 2.500 jiwa, sementara hanya sekitar 150 yang selamat.
Setelah kejadian tersebut, jalur kereta api perlu diperbaiki karena merupakan satu-satunya rute yang menghubungkan bagian utara dan selatan Sri Lanka.
Jalur tersebut dibuka kembali pada 21 Februari 2005. (Railtarget/Z-10)
Sebanyak 200 pohon perindang di ring road Bantul masuk kategori berbahaya dan prioritas ditebang, terutama jenis munggur yang mudah patah.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 guna memastikan keamanan dan kenyamanan armada transportasi umum
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyelidiki tewasnya pengendara sepeda motor berinisial MBAK, 23, usai terlibat kecelakaan dengan Jak Lingko di Jalan Andara Raya, Cilandak.
TIGA orang tewas di tempat akibat kecelakaan lalu lintas beruntun di ruas Tol Cipali KM 93A jalur A, tepatnya wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu (4/2) dini hari.
Polisi mengungkap kronologi mobil Jetour T2 terbakar setelah ditabrak BMW di Tol Jagorawi KM 31 B arah Jakarta
SEBANYAK tujuh pekerja tambang tertimbun longsor tanah di lokasi tambang eks Pondi, Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Derek proyek kereta cepat jatuh menimpa kereta api di Nakhon Ratchasima, Thailand. 22 orang tewas dan 50 lebih luka-luka. Evakuasi korban berlangsung dramatis.
PT KAI mencatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan dan pejalan kaki selama periode Januari hingga Juli 2025.
MESKI berbagai upaya telah dilakukan, namun kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api masih saja terjadi.
DUA lansia berhasil menghentikan kereta api KA132A Dharmawangsa Express relasi Jakarta-Semarang akibat rel rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved