Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPISAN ozon, yang berfungsi sebagai pelindung bumi dari radiasi ultraviolet berbahaya, sering kali menjadi subjek berbagai mitos dan kesalahpahaman.
Meskipun telah ada upaya global untuk melindungi lapisan ini, seperti melalui Protokol Montreal, banyak orang masih percaya bahwa lapisan ozon telah pulih sepenuhnya atau bahwa penipisan ozon hanya terjadi di Antartika.
Faktanya, lapisan ozon masih dalam proses pemulihan dan penipisan ozon juga terjadi di wilayah lain, termasuk Kutub Utara. Berikut adalah mitos dan fakta terkait lapisan ozon:
Baca juga : Inilah Ancaman dan 3 Penyebab Utama Kerusakan Ozon
Mitos: Lapisan Ozon Sudah Pulih Sepenuhnya
Fakta: Meskipun ada tanda-tanda pemulihan, lapisan ozon belum sepenuhnya pulih. Proses ini memerlukan waktu yang lama, dan meskipun penggunaan CFC (chlorofluorocarbon) sudah berkurang, lapisan ozon masih dalam tahap pemulihan.
Baca juga : Mengenal Ozon atau O3 dan Apa Pengaruhnya Bagi Kesehatan?
Mitos: Lubang Ozon Hanya Ada di Antartika
Fakta: Lubang ozon yang paling terkenal memang berada di atas Antartika, tetapi penipisan ozon juga terjadi di wilayah lain, termasuk di Kutub Utara.
Mitos: Ozon di Troposfer Sama Baiknya dengan Ozon di Stratosfer
Baca juga : Apakah Ozon atau O3 Berbahaya? Simak Penjelasannya
Fakta: Ozon di stratosfer melindungi kita dari radiasi ultraviolet yang berbahaya, tetapi ozon di troposfer (lapisan atmosfer terendah) adalah polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tumbuhan.
Mitos: Pembersih Udara Ozon Aman untuk Digunakan di Dalam Ruangan
Fakta: Pembersih udara yang menghasilkan ozon dapat berbahaya jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Ozon dapat mengiritasi sistem pernapasan dan memperburuk kondisi pernapasan yang ada.
Baca juga : Ozon: Pengertian, Lapisan, dan Fungsinya
Mitos: Penipisan Ozon Tidak Berdampak pada Kesehatan Manusia
Fakta: Penipisan ozon meningkatkan jumlah radiasi ultraviolet yang mencapai permukaan bumi, yang dapat menyebabkan kanker kulit, katarak, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Mitos: Penipisan Ozon Tidak Dapat Diperbaiki
Fakta: Upaya global seperti Protokol Montreal telah berhasil mengurangi penggunaan bahan kimia perusak ozon, dan lapisan ozon menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, pemulihan penuh masih memerlukan waktu. (iqair/bbc.com/Z-10)
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Salah satu hal yang menarik adalah burung wiwik kelabu jarang terlihat, tetapi suaranya sering terdengar. Akibatnya, suaranya kerap dianggap tanda kematian.
luka tidak bisa disembuhkan dengan air liur atau oli
Mitos lama mengenai perawatan luka justru berisiko memperburuk kondisi luka dan meningkatkan potensi infeksi.
Para ilmuwan memperingatkan risiko pemanasan global dan kerusakan lapisan ozon akibat industri luar angkasa yang terus berkembang.
APITU juga menggelar kegiatan seperti pelayanan kepada masyarakat seperti pembersihan AC di tempat-tempat ibadah, yayasan, panti asuhan di Bali secara gratis.
Aksi global untuk melestarikan lapisan ozon dipicu penemuan lubang pada lapisan ozon di Benua Antartika pada awal 1980-an.
Melindungi lapisan ozon dari kerusakan atau penipisan sangat penting. Lapisan ozon memiliki peran krusial dalam kehidupan karena molekul-molekulnya bertindak sebagai pelindung
Apakah O3 atau ozon berbahaya? Ozon memiliki sifat yang berbeda tergantung pada lokasi atmosfernya, yaitu ozon di stratosfer dan ozon di troposfer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved