Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH anak muda dari berbagai daerah di Aceh mengikuti pelatihan produksi siniar (podcast) yang diselenggarakan oleh Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah). Pelatihan ini berlangsung di studio podcast profesional yang terletak di Gedung Amanah, Kawasan Industri Aceh (KIA), Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Studio podcast ini terbagi menjadi dua ruangan, yaitu ruang depan untuk syuting dan ruang belakang untuk operator yang bertugas mengatur audio, switcher kamera, serta perekaman dan penyiaran secara daring. Ruang depan ditata dengan dekorasi dan pencahayaan yang estetik, lengkap dengan meja berbentuk segitiga yang dilengkapi mikrofon dan headphone untuk pembawa acara dan narasumber. Beberapa kamera terpasang untuk merekam sesi podcast, serta sebuah layar besar dan prompter yang terletak di depan meja untuk memudahkan pembawa acara dan bintang tamu.
"Kami coba untuk belajar OBS (open broadcaster software), setting kamera, setting lighting, dan perkenalan beberapa kamera (dengan teknik switcher)," kata Thamlicha, salah satu peserta pelatihan podcast Amanah, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu (14/9).
Baca juga : 12 Tradisi Acara Maulid Nabi di Nusantara
Thamlicha juga mengapresiasi fasilitas yang ada. "Cukup memadai dan bisa dibilang ini sudah level profesional. Mulai dari kamera yang sudah proper sekali, terus komputer, lighting hingga ruangan yang sudah tersedia ini levelnya terbilang profesional," tambahnya.
Dalam pelatihan ini, peserta diarahkan untuk membuat dan mengelola acara podcast secara profesional. Diharapkan, fasilitas yang disediakan dapat mendukung kreativitas anak muda Aceh dalam memproduksi konten yang berkualitas.
"Kami sebagai anak muda, berusaha berkreasi lebih banyak lagi. Mengundang tamu-tamu yang pastinya kreatif. Kami juga berusaha untuk mengeksplorasi diri sebagai orang yang berada di sini," pungkas Thamlicha.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved