Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
Umat Islam sedunia menyambut gembira peringatan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam (SAW) pada 12 Rabiul Awal. Begitu pun masyarakat Nusantara turut menggelar berbagai perayaan menyambut maulid Nabi.
Setidaknya tercatat ada 12 tradisi maulid Nabi di Nusantara. Apa saja itu? Berikut uraiannya sebagaimana dilansir Bimas Islam.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah pembuatan ketupat dari daun kelapa.
Baca juga : Kenapa Nabi Muhammad tidak Pernah Bikin Maulid? Ini Jawabannya
Tradisi yang masih dilestarikan ialah Grebeg. Ini memiliki arti masyarakat akan mengikuti para sultan, para pembesar yang keluar dari keraton untuk upacara Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid. Sebelum sampai pada puncaknya, tradisi ini memiliki tahapan yang harus diikuti.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah memasak bersama dengan menu wajib daging sapi dengan kuah kari.
Kata Baayun berarti ayunan atau buaian. Kata mulud berarti kelahiran Nabi. Jadi, Baayun Mulud berarti kegiatan mengayun anak bayi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi.
Baca juga : Ditanya tentang Hukum Maulid Nabi, Imam As-Sakhawi Jawab Begini
Tradisi yang masih dilestarikan yaitu setiap keluarga membuat pohon hias yang diberi tanda daun Bungo Lado. Pohon hias itu lalu disumbangkan ke panti asuhan.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah membaca kitab al-Barzanji. Kegiatan ini lalu dilanjut dengan tausiyah dan doa bersama.
Tradisi yang masih dilestarikan yaitu mengarak Bale Saji yang berisi hiasan bunga dari telur dan kertas. Makna dari telur tersebut ialah melambangkan kelahiran.
Baca juga : Pandangan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani tentang Hukum Maulid Nabi
Tradisi ini dirayakan dengan mengarak ratusan paket makanan menggunakan lebih dari 50 perahu di sepanjang sungai. Perayaan ini wujud rasa cinta pada Nabi dan rasa syukur atas nikmat sungai yang telah memberikan mata pencaharian. Acara ini dilengkapi hiasan ribuan telur.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah membaca selawat Nabi dan syair al-Barzanji. Setelah itu mengadakan berbagai lomba dan arak-arakan mengelilingi kampung.
Tradisi yang masih dilestarikan berupa mengarak ratusan telur yang telah ditancapkan pada jodang (batang pohon pisang) dan ancak (wadah yang berisi nasi dan lauknya).
Baca juga : Biodata Nabi Muhammad SAW, Perjalanan Kehidupan, Keluarga, Sifat Fisik
Setelah diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan selawat dan doa. Kemudian acara dilanjut dengan pembagian telur dan makan bersama.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah keresan. Dalam bahasa Jawa, pohon kersen disebut keres. Keresan ini sama seperti panjat pinang. Masyarakat akan mengambil hadiah yang digantung pada ranting dua pohon kersen.
Tradisi yang masih dilestarikan ialah masyarakat menyebar uang koin yang diwariskan nenek moyang di halaman rumah warga. Peserta yang mengikuti tradisi akan berebut koin yang berjumlah belasan juta rupiah. (Z-2)
Demikianlah suara nyaring terdengar ke seantero pelosok kampung, sebuah pengumuman yang disampaikan melalui mikrofon di Meunasah (Musalla) Gampong (Desa) Neulop, Kemukiman Reubee.
Warga mengarak kembang endog (telur hias) menggunakan dokar wisata pada tradisi endog-endogan di Banyuwangi, Jawa Timur.
K.H. Sumarja dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok mulia yang berbeda dengan manusia biasa yakni "Muhammadun Basyarun La Kal Basyari".
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Agung Al-Baitul Qadim Airmata, Kamis (4/9) malam.
Wakil Ketua Kadin Brebes Ridhohul Khukam menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha terhadap masyarakat.
Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama.
Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai ajarannya dengan isu kekinian, termasuk isu lingkungan.
GUNUNGAN Bromo Hajad Dalem Garebeg Mulud Dal 1959, Jumat (5/9) menandai prosesi yang istimewa dibanding peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam di Indonesia.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan, sebanyak 17 ribu tiket kereta cepat Whoosh telah terjual menyambut momen libur panjang.
Warga mengarak Panjang Mulud (sedekah Mulud) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Umbul Kapuk, Taktakan, Kota Serang, Banten.
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga dapat menjadi momentum dalam meningkatkan akhlak yang baik di masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved