Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib atau juga disebut sebagai mandi junub adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dalam Islam.
Hadas besar adalah kondisi yang membuat seorang Muslim tidak sah untuk melakukan ibadah tertentu seperti shalat, puasa, menyentuh Al-Qur'an, atau masuk masjid, hingga ia membersihkan dirinya melalui mandi wajib.
Mandi wajib dilakukan setelah seseorang mengalami kondisi-kondisi yang mewajibkan mandi, seperti:
Baca juga : Cara Mandi Wajib yang Benar Menurut Al-Qur'an, Perhatikan Agar Ibadah Diterima
Tata cara mandi wajib ini penting dilakukan dengan benar karena terkait dengan kesucian seseorang sebelum melaksanakan ibadah, seperti shalat.
Niat mandi wajib dilakukan dalam hati dengan ikhlas untuk menghilangkan hadas besar dan menyucikan diri. Niat ini bisa diucapkan secara lisan atau dalam hati. Lafal niat mandi wajib adalah sebagai berikut:
Bacaan Arab
Baca juga : Bagaimana Langkah-Langkah Mandi Wajib Setelah Haid? Ini Dia Niat, Hukum, dan Keutamaannya
Bacaan Latin
Nawaitu raf'al hadatsil akbari lillahi ta'ala
Artinya
Baca juga : Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap dengan Tata Cara Pelaksanaannya
Aku berniat untuk mengangkat hadas besar karena Allah Ta'ala.
Jika mandi wajib dilakukan setelah menstruasi atau nifas, berikut niatnya:
Bacaan Arab
Baca juga : Niat Mandi Wajib setelah Berhubungan, Lengkap dengan Tata Cara dan Adabnya
Bacaan Latin
Nawaitu raf'al hadatsil akbari minal haidi lillahi ta'ala
Artinya
Aku berniat mengangkat hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.
Cuci kedua tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali untuk membersihkan tangan sebelum memulai mandi wajib.
Bersihkan bagian kemaluan dan area sekitarnya dengan tangan kiri. Pastikan semua kotoran, najis, atau sisa-sisa hadas besar sudah hilang.
Setelah membersihkan kemaluan, lakukan wudhu seperti wudhu ketika hendak shalat. Dimulai dengan mencuci tangan, berkumur, menghirup air ke hidung, membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, dan mencuci kaki. Disarankan mengakhirinya dengan mencuci kaki setelah mandi.
Mulailah menyiram air ke seluruh tubuh, dimulai dari kepala. Pastikan semua bagian tubuh terkena air, termasuk lipatan-lipatan kulit, sela-sela jari, ketiak, pusar, dan seluruh area lainnya. Sunnahnya, mendahulukan bagian kanan dari tubuh, lalu bagian kiri.
Pastikan seluruh tubuh terkena air tanpa ada bagian yang terlewat, termasuk rambut dan kulit kepala. Jika memiliki rambut panjang atau tebal, pastikan air mencapai pangkal rambut dan kulit kepala.
Jika saat wudhu kaki belum dicuci, akhiri mandi wajib dengan mencuci kaki hingga mata kaki.
Mandi wajib bertujuan untuk menyucikan diri dari hadas besar, sehingga seorang Muslim bisa kembali melaksanakan ibadah-ibadah yang membutuhkan kesucian, seperti shalat dan puasa.
Mandi ini adalah bagian dari tuntunan syariat untuk menjaga kebersihan dan kesucian baik secara fisik maupun spiritual.
Mandi wajib dilakukan dengan tata cara yang sudah diatur dalam Islam, di mana seluruh bagian tubuh harus terkena air dan didahului dengan niat yang benar. (Z-12)
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Simak bacaan doa setelah mandi wajib lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Pelajari juga tata cara mandi junub yang benar sesuai sunnah di sini.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Pelajari niat mandi wajib, bacaan Arab, Latin, tata cara, dan dalil Al-Qur'an serta hadits. Mudah dipahami untuk umat Islam.
Simak panduan lengkap tata cara mandi wajib (junub) yang benar sesuai syariat. Ketahui niat mandi besar setelah haid, nifas, atau berhubungan intim agar ibadah sah dan suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved