Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SENTUL, dengan pesona alamnya yang indah dan perkembangan propertinya yang pesat, menjadi salah satu kawasan yang menarik di sekitar Bogor. Namun, di balik keindahannya, kualitas udara di Sentul juga menjadi perhatian.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas udara menurut data IQAir.
Baca juga : Inovasi dan Diferensiasi Jadi Kunci Sukses
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas udara di Sentul antara lain:
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Sentul, baik pribadi maupun umum, berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar polutan udara seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, dan partikulat.
Meskipun Sentul didominasi oleh kawasan perumahan dan perkantoran, namun adanya beberapa industri kecil dan menengah di sekitar wilayah ini juga dapat menjadi sumber emisi.
Baca juga : Kawasan Terpadu JGC Dianggap Cocok Jadi Hunian dan Tempat Usaha
Pembakaran sampah secara terbuka, baik di pemukiman maupun di tempat pembuangan sampah sementara, dapat menghasilkan partikulat dan gas-gas berbahaya lainnya.
Kondisi geografis yang relatif datar dan iklim tropis dengan kelembaban tinggi dapat menyebabkan polutan udara terjebak di lapisan atmosfer bawah, sehingga memperparah kondisi kualitas udara.
Adanya area hijau dan vegetasi yang cukup dapat membantu menyerap polutan udara dan menghasilkan oksigen. Namun, jika terjadi alih fungsi lahan menjadi kawasan pembangunan, maka kemampuan alam dalam menyerap polutan akan berkurang.
Baca juga : Sentul City Sabet Penghargaan di Ajang Living Legend Companies Award 2024
Untuk meningkatkan kualitas udara di Sentul, beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
Pengembangan sebuah kawasan dilakukan dengan perencanaan matang yang berpatokan pada rencana tata ruang maupun masterplan yang detail untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.
Direktur Marketing PT Sentul City Tbk Timotius Thendean menyampaikan, konsep eco city yang diterapkan di Sentul City bertujuan untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penghuni.
Baca juga : Sinar Mas Land Raih Tujuh Penghargaan di PropertyGuru Asia Property Awards
"Dengan keunggulan lokasi yang berada di area pegunungan, kami mengonsep sebuah kawasan berupa perpaduan perkotaan yang modern dengan keindahan yang diberikan oleh alam di sini," ungkap Timotius.
CEO PT Sentul City Tbk Eddy Sindoro menyampaikan, Ddlam konteks itu kawasan Sentul City di-desain untuk menjadi sebuah area perkotaan yang komplit dan nyaman sebagai hunian yang terintegrasi dengan aktifitas bisnis, komersial, hingga pariwisata area pegunungan.
Berlokasi di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, luas pengembangan Sentul City mencapai 3.150 hektar.
Sentul City berada di ketinggian 175-300 meter diatas permukaan laut sehingga menciptakan lingkungan asri yang dapat dilihat pada kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Sentul City yang memiliki nilai AQI 8. Ini menandakan kondisi udara yang 'clear and unpolluted air' artinya good air quality. Kategori indeks good di angka 0-50.
Pengembangan Sentul City yang sustainable dan keunggulan konsep Spring Residence terbukti dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang kontestasi PropertyGuru Indonesia Property Awards 2024 yang menjadi 'Gold Standard' bagi para pengembang properti di Indonesia.
Spring Residence berhasil meraih kemenangan untuk kategori Best Affordable Housing Development (Greater Jakarta) - Winner (Gold). Selain Best Affordable Housing Development, Spring Residence juga memenangkan Best Smart Home Development - Highly Commended (Silver).
"Dengan kerendahan hati kami tentu sangat bangga dan berterima kasih atas awards yang diberikan oleh institusi independen dan kredibel seperti PropertyGuru dalam ajang Indonesia Property Awards 2024. Ini juga membuktikan konsep pengembangan yang kami terapkan khususnya di Spring Residence merupakan hal yang tepat hingga membuahkan apresiasi dari pihak lain,”kata Eddy. (Z-10)
Sumber:
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan indeks standar pencemaran kualitas udara (Ispu) berada pada posisi tidak sehat akibat kabut asap pekat
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) bukanlah hal baru, melainkan standar global.
Berbeda dengan faktor risiko demensia seperti usia atau genetika yang tidak bisa diubah, kualitas udara merupakan faktor yang dapat dikendalikan.
Persoalan kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan aksi kolektif lintas wilayah, lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat.
Nilai sebuah perusahaan saat ini tidak lagi ditentukan terutama oleh aset fisik, melainkan oleh kekuatan aset tak berwujud, khususnya merek.
PHE ONWJ dianugerahi penghargaan dalam kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati melalui program OTAK JAWARA.
Sebanyak 32 kategori penghargaan telah disiapkan untuk memberikan apresiasi tertinggi kepada para nomine yang telah mewarnai dunia hiburan sepanjang tahun lalu.
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
Kabupaten Mimika meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026 untuk kategori Madya.
Realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,8 triliun, dari yang ditargetkan APBD Perubahan (APBD-P) 2025 sebesar Rp2,2 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved