Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM konteks tradisional, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis seperti yang kita pahami saat ini. Lebih dari itu, literasi merujuk pada pemahaman dan penguasaan pengetahuan yang diwariskan secara lisan melalui mitos, legenda, ritual, dan hukum adat yang membentuk identitas serta struktur sosial masyarakat.
Pengetahuan itu disampaikan melalui cerita lisan, upacara adat, dan simbol-simbol visual yang sarat makna, mencerminkan keterampilan yang melekat dalam budaya dan kehidupan sehari-hari.
Namun, seiring perkembangan zaman, konsep literasi telah mengalami transformasi. Literasi kini mencakup penguasaan keterampilan praktis dan kemampuan berpikir kritis yang penting untuk beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga : Kemenag, BRIN, dan Most UNESCO Sinergi Perkuat Literasi Kebencanaan Berbasis Perpustakaan Masjid
Literasi modern menjadi alat untuk membantu manusia bertransformasi dalam menghadapi dunia yang terus berubah, menggabungkan warisan pengetahuan tradisional dengan tuntutan dan tantangan era digital.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat kita lihat perbedaan antara literasi tradisional dan juga literasi digital yaitu bahwa literasi tradisional dan literasi digital memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan perubahan cara kita mengakses, memahami, dan menggunakan informasi.
Literasi tradisional berfokus pada kemampuan membaca dan menulis dalam konteks cetak, serta pengetahuan budaya yang diwariskan melalui cerita lisan, ritual, dan simbol-simbol adat. Ini melibatkan keterampilan memahami teks tertulis, serta penguasaan pengetahuan yang membentuk identitas sosial dan budaya suatu komunitas.
Baca juga : Peran Literasi Digital Dorong Peningkatan Human Capital kepada Pegawai PT PLN
Di sisi lain, literasi digital melampaui sekadar membaca dan menulis; ini mencakup kemampuan untuk menavigasi, menganalisis, dan memanfaatkan informasi di dunia maya.
Literasi digital melibatkan keterampilan teknologi, seperti memahami media sosial, berpikir kritis terhadap informasi online, dan mengelola privasi digital.
Sementara literasi tradisional mengakar pada nilai-nilai komunitas dan sejarah, literasi digital menuntut adaptasi cepat dan fleksibilitas di tengah arus informasi yang terus berkembang dan berubah secara dinamis.
Keduanya penting, namun literasi digital membuka pintu untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas, lintas batas geografis dan budaya, menjadikan kemampuan ini sangat vital di era modern. (Z-1)
Acara edukasi ini fokus literasi digital, pelindungan anak, dan produksi konten kreatif bertanggung jawab di era AI.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar edukasi Pemasaran dan Digital Branding bagi UMKM untuk siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Meskipun tampak berbeda, literasi tradisional dan digital tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved