Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang akan dimulai pada awal September 2024, para atlet harus mempersiapkan kesehatan fisik hingga mental.
Disiplin dalam berlatih dan menjaga asupan gizi menjadi salah satu faktor pendukung untuk menggapai prestasi. Agar kesehatan tetap terjaga dan bisa mengikuti berbagai ajang kompetisi, para atlet harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat meskipun untuk keperluan pengobatan. Sebab, tidak menutup kemungkinan obat yang dikonsumsi mengandung zat doping.
Melansir dari situs Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh, doping merupakan suatu upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.
Baca juga : Risiko Doping, Pakar Ingatkan Atlet untuk Tidak Konsumsi Obat Sembarangan
Pelarangan doping dikarenakan bertentangan dengan filosofi dan etika olahraga. Prinsip kejujuran dan sportivitas olahraga dilanggar serta dapat membahayakan kesehatan tubuh atlet.
“Sulit mengetahui apakah suatu sediaan obat mengandung zat doping atau tidak, perlu mengidentifikasi jenis obat-obatan yang diresepkan,” kata Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Staf Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Penelitian dan Pengembangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr.rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc., seperti dikutip dari situs resmi UGM, Selasa (27/8).
Arko mengingatkan para atlet agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat yang mengandung zat doping. Sebab, bagi yang terbukti mengonsumsi zat doping akan mendapat sanksi.
“Pada PON 2021 lalu, 3 orang peraih medali Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu (terbukti mengonsumsi doping), dicabut kemenangannya, diminta mengembalikan seluruh hadiah yang diterima beserta bonusnya, dan mendapat skorsing hingga 4 tahun,” ungkap Arko.(M-3)
Mantan juara dunia kelas bulu dan ringan UFC, Conor McGregor, menerima sanksi larangan bertanding selama 18 bulan akibat pelanggaran aturan antidoping.
Bek Atletico Madrid berusia 30 tahun itu dinyatakan positif mengonsumsi kanrenon setelah kekalahan 3-0 dari Manchester United di semifinal Liga Europa, Mei lalu.
Setelah kontraknya diputus oleh Juventus pada November 2024, Pogba resmi menjadi agen bebas.
Jannik Sinner menang 6-3, 6-4 atas Mariano Navone di Italian Open, menandai comeback emosional usai skorsing doping tiga bulan.
Jannik Sinner akan memainkan turnamen keduanya tahun ini dan yang pertama sejak memenangi Australia Terbuka di Roma.
Petenis Italia berusia 23 tahun yang menjadi juara Australia Terbuka, Januari lalu, Jannik Sinner, tidak bisa bermain tenis mulai 9 Februari hingga 4 Mei mendatang.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved