Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Otorita Borobudur (BOB) mengadakan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan Investasi di Wilayah Koordinatif BOB di Gedung Kuangan Negara, Yogyakarta, Rabu (21/8).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya dari BOB agar investasi di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur meningkat.
Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin menjelaskan investasi merupakan program dengan hasil yang didapatkan mungkin memerlukan waktu yang lama. Waktu yang diperlukan oleh investor untuk pada akhirnya memutuskan menanamkan modal inilah yang perlu dipantau tiap saat dan juga diperbarui.
Baca juga : BOB Dukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui Publikasi
“Investasi merupakan program yang sangat panjang, hasilnya mungkin terlihat ketika bapak ibu di sini sudah tidak di posisi saat ini. Untuk itulah kegiatan ini dilakukan, untuk memantau pergerakan dari investor. Banyak hal yang menyebabkan investor berubah pikiran mulai dari perubahan peraturan, kelengkapan berkas lahan atau yang lainnya,” kata Agustin.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur, Bisma Jatmika, menjelaskan, untuk memantau investor ini diperlukan sebuah sistem pemantauan. Kegiatan ini juga menjelaskan tentang Investment Tracking System (ITS) yang merupakan dashboard sederhana yang diperuntukan untuk memantau investor.
ITS sendiri merupakan dashboard yang juga digunakan oleh International Finance Corporation (IFC). Pada dashboard ini, Dinas maupun Instansi yang ingin memantau investor dapat memperbarui hal–hal yang dirasa membantu investor seperti kolom “Investor Needed” yang kolom ini diisi dengan hal–hal yang diperlukan investor yang perlu ditindak lanjuti oleh Dinas maupun Instansi.
“ITS ini merupakan dashboard sederhana yang bapak ibu dapat ubah sesuai dengan keperlulan bapak ibu sekalian. Di sini kita juga dapat mengetahui apa yang diperlukan investor dan apa yang akan dilakukan. Mulai dari MoU atau PKS yang perlu diperpanjang, jika dashboard ini rajin diupdate sangat berguna untuk bapak ibu sekalian,” kata Bisma.
Hadir juga dalam acara ini Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Kebumen. (RO/Z-1)
Event pariwisata yang dinaungi Badan Otorita Borobudur antara lain Borobudur Marathon Jogja Mandiri Marathon, Coast to Coast Run, Biosferun, BOB Downhill.
TREN perempuan berwisata semakin meningkat. Industri pariwisata di tanah air pun perlu merespon tren tersebut dengan memastikan destinasi wisata yang ramah perempuan.
Sebelum Desa Pandanrejo terbentuk, dahulu terdapat desa di perbukitan menoreh bagian timur Kabupaten Purworejo bernama Desa Klepu dan bagian barat bernama Desa Pendem.
BOB bersama PT. Adidaya Bima Perkasa menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 8 Oktober 2024 untuk pengelolaan Glamorous Camping (Glamping) D’Loano di Zona Otoritatif Borobudur.
Peningkatan pelayanan publik melalui penyebaran informasi yang informatif saat ini dapat dilaksanakan dengan meningkatkan inovasi dan juga berkolaborasi.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
Pemkab Pohuwato memastikan pembukaan lahan oleh PT BJA dilakukan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan bertahap sesuai petak tebang.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja berpartisipasi sebagai sponsor dalam Gathering Akbar Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Yogyakarta.
Pilihan produk seperti reksa dana, saham, hingga obligasi negara Fixed Rate (FR) bisa membantu masyarakat berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved