Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BAK pertunjukan di film-film kolosal, tradisi perang adat Papua mampu menjadi daya tarik wisata pengunjung Festival Budaya Lembah Baliem (FLB). Bertempat di Distrik Usilimo Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, event FLB yang kembali digelar tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya suku-suku di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya.
Lembah Baliem adalah jantung Kabupaten Jayawijaya, adalah rumah bagi suku Dani, Lani, dan Yali. Setiap tahun, mereka mengadakan festival sebagai ungkapan syukur atas karunia alam.
FBLB 2024 merupakan ajang atraksi budaya yang bertujuan mempromosikan seni dan budaya yang berkembang di Wamena, Papua Pegunungan, sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Tradisi perang yang awalnya menjadi bagian dari ritual, kini menjadi daya tarik utama FBLB.
Baca juga : Masyarakat Adat Merauke Papua Sepakat Pembangunan Pelabuhan untuk Wujudkan Lumbung Pangan Nasional
Sejak tahun 1989, perayaan ini dibuka untuk umum dan telah menjadi salah satu festival tertua dan paling ikonik di Papua, menyajikan kekayaan budaya suku-suku di tanah Papua. Kegiatan ini juga diharapkan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga dan menghormati warisan budaya di Lembah Baliem.
“Festival Budaya Lembah Baliem ini merupakan sebuah acara untuk melestarikan budaya masyarakat Lembah Baliem yang digelar di wilayah Kabupaten Jayawijaya pada bulan Agustus dengan cara memperkenalkan budaya tempat sendiri,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Engelbert Ch. W. Surabut.
Tahun ini, FBLB mengusung tema “The Pearl of Great Baliem” untuk menonjolkan keunikan, keindahan, dan kekuatan budaya dari Suku Hubula yang telah mendiami Lembah Baliem dari generasi ke generasi. Dalam rangka menyukseskan event tahun ini, FBLB 2024 melibatkan 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya dengan masing-masing mengirimkan 50-70 penari kolosal.
Baca juga : Pilkada Mimika, Maximus Soroti Kesejahteraan Orang Asli Papua
Selain itu, acara ini juga mengundang kontingen dari Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Yahukimo untuk tampil pada acara ini. Berbagai pertunjukan akan tampil diantaranya pertunjukkan atraksi perang suku, atraksi karapan babi, beragam pertunjukan permainan tradisional, hingga perlombaan-perlombaan.
FBLB 2024 juga akan menampilkan peradaban nenek moyang suku Hubula melalui atraksi kolosal perang-perangan, permainan olah raga anak remaja (sikoko dan puradan) yang mengasah ketangkasan melempar tombak, atraksi karapan babi, atraksi Bakar Batu (memasak cara tradisional) serta pergelaran seni tari dan permainan musik tradisional Pikon.
Pada puncak acara festival, akan ditampilkan atraksi karnaval budaya nusantara sebagai wujud kecintaan terhadap negara dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.
“Kami optimis FBLB tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, seni dan budaya serta produk-produk ekonomi kreatif, namun kedepannya harapan kita bersama bahwa akan lahir banyak lagi para pelaku ekonomi kreatif sehingga nantinya kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan semakin berkualitas, tentunya dengan selalu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi, serta menetapkan semangat 3G, Gercep, Geber, Gaspol”, ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Baca juga : Diskominfo Papua Minta Jurnalisme Warga Manfaatkan Internet untuk Konten Positif
Kegiatan yang diadakan turun-temurun ini terpilih sebagai salah satu dari agenda Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), program strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mempromosikan destinasi pariwisata melalui event yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menggerakkan wisatawan nusantara agar berwisata di Indonesia.
Sebagai program strategis untuk mendukung dan mengembangkan events di seluruh Indonesia, KEN memiliki visi untuk menjadikan event sebagai atraksi wisata unggulan di Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui kolaborasi Kemenparekraf/Baparekraf RI dengan daerah di dalam menyelenggarakan event yang berkualitas.
Terdiri dari 110 events pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah dikurasi dari 38 provinsi di Indonesia. Proses penilaian dilakukan berdasarkan pada lima (5) bidang yaitu: (1) adalah aspek ide dan inovasi, (2) pemasaran dan strategi komunikasi, (3) aspek manajemen kegiatan, (4) aspek manajemen keuangan serta (5) aspek analisis dampak.
Didorong oleh visi untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melakukan berbagai terobosan untuk terus menumbuhkan pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.
Fokus dari strategi Kemenparekraf dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu mengembangkan sektor pariwisata nasional dan pemasaran dengan berorientasi pada pasar internasional serta memperkuat kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam pengembangan produk ekonomi kreatif sehingga dapat berdaya saing tinggi. (Z-8)
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menyoroti masih maraknya tambang ilegal di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Barat.
TNI mengerahkan sejumlah Helikopter Caracal untuk menjemput mereka beserta orang tuanya yang tinggal di pelosok, pedalaman hutan dan pegunungan yang sulit dijangkau.
Dengan meningkatnya kapasitas penyaluran kredit yang terjamin, peluang ekonomi masyarakat Papua pun terbuka lebih luas.
Selain MBG, Pemprov Papua Tengah juga mengimplementasikan pemberian Makanan Tambahan dan BLT untuk balita, Cek Kesehatan Gratis, pembentukan 1.045 koperasi desa.
KETUA Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur Papua, Panji Agung Mangkunegoro menuding aparat kepolisian melakukan penganiayaan terhadap dirinya saat aksi di Bandara Sentani, Papua
Para peserta merupakan mahasiswa baru yang diterima melalui jalur kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Papua Selatan dan UNJ.
Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025 di Kampung Wosiala, Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Festival Budaya Lembah Baliem kembali digelar tahun ini. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan karena festival ini menghadirkan 1.500 pemain musik tradisional
Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025 di Kampung Wosiala, Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Beberapa event yang bisa jadi pertimbangan untuk dikunjungi yakni Festival Lembah Baliem hingga Dieng Culture Festival
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved