Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru menunjukan mencuci buah sebelum makan tidak dapat menghilangkan pestisida. Satu-satunya cara untuk menghindari konsumsi bahan kimia adalah mengupas buah tersebut.
Dengan menggunakan Raman imaging technology untuk melihat bagaimana kandungan pestisida ada pada buah apel, para ilmuwan menemukan "distribusi pestisida pada lapisan kulit dan daging buah apel terkonfirmasi bahwa pestisida menembus lapisan kulit ke dalam lapisan daging buah." Temuan itu dilaporkan dalam jurnal American Chemical Society, Nano Letters.
Dengan begitu, resiko konsumsi pestisida dari buah-buahan tidak dapat dihindari hanya dengan mencuci dengan air tanpa mengupas.
Baca juga : Studi Ungkap Konsumsi Buah Dapat Mengurangi Risiko Depresi di Usia Tua
Melalui penelitian ini dinyatakan mengupas buah secara efektif dapat menghilangkan hampir semua residu pestisida. Walaupun bagian daging buah akan lebih banyak terbuang, tetapi lebih disarankan karena pengupasan secara efektif menghindari bahaya pestisida di kulit ari buah dan daging buah yang berada di dekat kulit ari.
Menurut laporan terbaru dari Departemen Pertanian AS, "Sebelum mengizinkan penggunaan pestisida pada komoditas pangan, [Badan Perlindungan Lingkungan] menetapkan batasan akan seberapa banyak pestisida yang boleh digunakan pada pangan selama masa pertumbuhan, pemrosesan, dan penyimpanan, dan berapa banyak pestisida yang boleh tersisa pada pangan untuk sampai ke tangan konsumen."
Pada laporan tersebut ditemukan residu pestisida yang sampai kepada tangan konsumen berada di bawah batas toleransi yang ada pada makanan.
tambahan lainnya, EPA secara rutin selalu meninjau tingkat toleransi yang diperbolehkan dalam penggunaan pestisida pada makanan seperti buah, hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bahaya yang akan timbul akibat paparan pestisida pada buah yang dikonsumsi. (people/Z-3)
DLH Banten menargetkan pembersihan limbah pestisida di Sungai Cisadane selesai dalam dua minggu. Warga dilarang gunakan air sungai akibat risiko racun B3.
Menteri LH Hanif Faisol menggugat PT Biotek Saranatama terkait pencemaran pestisida di Sungai Cisadane. Simak update penanganan dan dampak ekologisnya.
WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan drastis cemaran pestisida di aliran Sungai Cisadane.
KLH/BPLH periksa PT Biotek Saranatama usai kebakaran 20 ton pestisida cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 km dan sebabkan ikan mati massal.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
Penelitian terbaru menunjukkan asupan buah dan sayur tertentu berpengaruh langsung pada residu pestisida dalam urine.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved