Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru menunjukan mencuci buah sebelum makan tidak dapat menghilangkan pestisida. Satu-satunya cara untuk menghindari konsumsi bahan kimia adalah mengupas buah tersebut.
Dengan menggunakan Raman imaging technology untuk melihat bagaimana kandungan pestisida ada pada buah apel, para ilmuwan menemukan "distribusi pestisida pada lapisan kulit dan daging buah apel terkonfirmasi bahwa pestisida menembus lapisan kulit ke dalam lapisan daging buah." Temuan itu dilaporkan dalam jurnal American Chemical Society, Nano Letters.
Dengan begitu, resiko konsumsi pestisida dari buah-buahan tidak dapat dihindari hanya dengan mencuci dengan air tanpa mengupas.
Baca juga : Studi Ungkap Konsumsi Buah Dapat Mengurangi Risiko Depresi di Usia Tua
Melalui penelitian ini dinyatakan mengupas buah secara efektif dapat menghilangkan hampir semua residu pestisida. Walaupun bagian daging buah akan lebih banyak terbuang, tetapi lebih disarankan karena pengupasan secara efektif menghindari bahaya pestisida di kulit ari buah dan daging buah yang berada di dekat kulit ari.
Menurut laporan terbaru dari Departemen Pertanian AS, "Sebelum mengizinkan penggunaan pestisida pada komoditas pangan, [Badan Perlindungan Lingkungan] menetapkan batasan akan seberapa banyak pestisida yang boleh digunakan pada pangan selama masa pertumbuhan, pemrosesan, dan penyimpanan, dan berapa banyak pestisida yang boleh tersisa pada pangan untuk sampai ke tangan konsumen."
Pada laporan tersebut ditemukan residu pestisida yang sampai kepada tangan konsumen berada di bawah batas toleransi yang ada pada makanan.
tambahan lainnya, EPA secara rutin selalu meninjau tingkat toleransi yang diperbolehkan dalam penggunaan pestisida pada makanan seperti buah, hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bahaya yang akan timbul akibat paparan pestisida pada buah yang dikonsumsi. (people/Z-3)
Studi UCLA Health mengungkap paparan pestisida seperti paraquat dan rotenone dapat merusak saraf otak dan meningkatkan risiko Parkinson, terutama bagi warga di sekitar area pertanian.
Riset Universitas Cambridge ungkap 168 zat kimia dalam pestisida dan plastik yang merusak mikrobioma usus dan memicu resistensi antibiotik.
Aktinomiset, terutama genus Streptomyces, menjadi salah satu kelompok bakteri dengan potensi tinggi sebagai pengendali hayati penyakit tanaman.
Penelitian terbaru mengungkap 79% spesies semut endemik di Fiji mengalami penurunan drastis.
Peta jalan kesehatan AS yang baru diluncurkan dinilai minim aturan soal junk food dan pestisida.
Penelitian mengungkapkan paparan jenis pestisida tertentu meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved