Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH Dasar Dinamika Indonesia merupakan sekolah swasta yang didirikan untuk anak-anak di sekitar Bantar Gebang. Di sekolah ini mayoritas orang tua siswa bekerja hanya dari pengumpulan barang bekas (seperti barang plastik, kaleng, besi, kardus).
PT Pertamina Marine Engineering (PME) telah melaksanakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) di SD Dinamika Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan dan pendidikan kepada anak-anak dengan menyediakan 250 paket alat tulis dan makanan sehat, yang disambut antusias oleh 250 siswa-siswi SD Dinamika Indonesia.
Rangkaian kegiatan CSR PME di SD Dinamika Indonesia dimulai dengan penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta area bermain. PME juga memasang poster yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya gaya hidup sehat, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan diri.
Baca juga : BAF Caring for Children 2023 Bantu Anak-anak Dapat Pendidikan yang Layak
Pjs Head of Legal and Relation PME, Indri Handayani mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.
“Hal ini kami lakukan dengan mendorong semangat belajar anak-anak dan berkontribusi positif dalam memajukan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (8/8).
Direktur PME, Heri Santika, menambahkan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pembangunan masyarakat dan pendidikan yang berkelanjutan serta berkontribusi positif bagi perkembangan anak-anak Indonesia.
"Pendidikan adalah kunci untuk membuka potensi setiap anak. Dengan memberikan alat dan pengetahuan, kita membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah," tutupnya. (H-2)
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
PHBS ini sebenarnya utamanya untuk anak-anak usia sekolah, karena biasanya mereka sudah dikasih untuk makan bekal sendiri, jadi sudah dilepas sama orangtua.
KLH memperingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia, terutama yang masih menggunakan tempat pembuangan akhir (TPA) terbuka, untuk segera meningkatkan kualitas pengelolaan sampah.
Teknologi landfill mining bisa menjadi solusi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang sudah mendekati kapasitas maksimal.
MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa ke depan Jakarta dan Indonesia perlu mengembangkan industrialisasi pengelolaan sampah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) lebih dari 70% orang Indonesia masih belum peduli pada masalah sampah.
Pemprov DKI Jakarta diminta menyediakan fasilitas pembakaran sampah rendah emisi sebagai pengelolaan sampah ramah lingkungan di lima wilayah kota Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved