Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
CT Scan Toraks Kuantitatif (CTK) dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Prosedur ini selain bisa mendeteksi lebih awal PPOK, pun bisa memperlihatkan risiko hendaya kognitif (HK) pada pasien PPOK.
"Dengan demikian, tata laksana holistik dapat dilakukan lebih awal. Ini membantu menurunkan risiko demensia pada pasien PPOK, yang pada pasien dengan HK memiliki tiga kali lebih berisiko terkena demensia dalam 2-5 tahun," ujar ahli radiologi dr Yopi Simargi Sp Rad Subsp TR (K) MARS, dalam sidang promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (31/7), dalam disertasinya berjudul 'Peran CT Scan Toraks Kuantitatif, HIF-1 Alpha, dan Faktor Klinis Terhadap Kejadian Hendaya Kognitif pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik'.
Dia menjelaskan bahwa hipotesis awal dan umumnya diketahui, hipoksia kronik melalui peningkatan ekspresi gen HIF-1 Alpha dianggap sebagai dasar paling sering disebutkan untuk menyebabkan pasien PPOK mengalami HK. Namun, salah satu temuan penting penelitian ini menunjukkan, inflamasi sistemik derajat rendah dapat menjadi faktor lainnya yang lebih dasar terbentuknya HK tersebut.
Baca juga : Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
"Hal itu terbukti dalam penelitian ini dengan adanya hubungan secara langsung dan tak langsung dari kerusakan paru yang terlihat pada CTK," kata Yopi yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Kepala Instalasi Radiologi RS Atma Jaya tersebut.
Pada penelitiannya, Yopi mengusulkan teori patomekanisme terjadinya HK pada pasien PPOK, yang menunjukkan bahwa tenaga kesehatan perlu lebih memperhatikan inflamasi (peradangan) sistemik.
Teori patomekanisme ini diperoleh dengan melihat luas kerusakan paru (%LAA), yang bisa dideteksi dengan CTK. "Semoga ke depan, CTK masuk dalam guideline sebagai pemeriksaan rutin bagi pasien PPOK," ujarnya.
Baca juga : Dekan FK UI: Impor Dokter Asing Sudah Ada Sejak Lama untuk Transfer Pengetahuan
Yogi berharap temuan itu mampu membantu manajemen PPOK. Apalagi, teori patomekanisme yang diusulkan ini sudah diterima dalam publikasi jurnal internasional yang khusus membahas PPOK dengan indeks scopus tertinggi Q1, yaitu International Journal of COPD. “Sehingga, dengan adanya temuan bermakna parameter CTK dengan HK, dan bagaimana inflamasi sistemik perlu dipelajari pada pasien PPOK, maka CTK dapat diusulkan untuk digunakan lebih awal sehingga dapat menjadi alarm adanya HK pada pasien PPOK dan pasien bisa langsung mendapatkan tatalaksana yang tepat untuk HK secara pararel,” tutur Yopi.
Seperti diketahui, secara global, data WHO 2019 mencatat PPOK sebagai penyebab ketiga kematian (3,23 juta), dan diperkirakan kematian PPOK akan mencapai 5,4 juta pada 2060. PPOK sangat umum terjadi, tetapi di Indonesia PPOK kurang terdeteksi dengan baik. Ini terlihat dari data PPOK nasional yang tergolong minim.
Data Riskesdas menunjukkan prevalensi PPOK di Indonesia berdasarkan wawancara masyarakat usia kurang dari 30 tahun yakni 3,7%, tertinggi di Nusa Tenggara Timur (10%) dan terendah di Lampung (1,4%). Survei Epidemiology and Impact of COPD Asia mengungkapkan prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 4,5%.
Penyakit ini dinilai bisa menurunkan kualitas hidup pasien. PPOK ialah kondisi peradangan paru kronis yang memicu terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Pasien akan mengalami sesak napas yang kian memburuk dan rentan infeksi sehingga menyebabkan serangan akut. Komplikasi PPOK yang timbul di luar paru, salah satunya HK, juga perlu ditanggulangi dengan baik. (S-1)
Jambore ini bukan sekadar ajang tahunan, melainkan pengejawantahan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pemerintah menargetkan dapat menambah 30 fakultas kedokteran baru guna memenuhi kebutuhan tenaga medis nasional yang terus meningkat.
Mereka menempuh perjalanan panjang pendidikan di tengah tantangan pandemi covid-19.
TIDAK hanya pintar di bidang akademik, mahasiswa fakultas kedokteran ternyata juga bisa berprestasi di sektor olahraga.
Sejak berdirinya, Fakultas Kedokteran Unisba telah menunjukkan komitmen kuat untuk melahirkan dokter yang berilmu, berintegritas, dan berakhlak Islami
PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar memprioritaskan beasiswa kepada mahasiswa kedokteran.
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Tim UI menggunakan teknologi *Remotely Operated Vehicle* (ROV) atau drone bawah air untuk memetakan kondisi visual terumbu karang.
Sejak diaktifkan kembali pada 25 Februari 2012, IKA Notariat UI terus bertransformasi menjadi wadah komunikasi dan kontribusi bagi almamater serta masyarakat.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved