Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BRIN: Tempe Punya Kandungan Protein Setara Daging Sapi
PENELITI Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dini Ariani mengatakan tempe memiliki nilai protein yang setara dengan daging sapi.
“Tempe memiliki protein yang setara dengan protein daging sapi. Makanya jangan bosan makan tempe, karena di samping mengandung protein tinggi, ada juga kandungan gizi luar biasa. Di antaranya zat besi, fosfor, kalsium dan B12,” kata Dini dalam acara Cegah Stunting dengan Pangan Lokal yang diselenggarakan oleh BRIN, Jumat (2/8).
Baca juga : Pakar Gizi Sebut Buat Tempe Dicampur Kertas Berbahaya
Tempe, ujar dia, memiliki kandungan protein sebesar 18,3%. Tidak jauh berbeda, kandungan protein pada daging sapi yakni sebesar 18,8%. Selain itu, Dini menyatakan tempe memiliki harga yang relatif murah dan menjadi andalan untuk mengatasi kekurangan gizi di tahun 70-an.
Selain tempe, potensi asupan gizi yang mudah ditemukan di Indonesia ialah ikan air tawar. Seperti diketahui, ikan memiliki kandungan DHA, EPA dan omega yang tinggi. Berbagai ikan air tawar yang mudah ditemui di Indonesia pun disebut Dini mengandung lebih banyak protein dibanding dengan ikan salmon.
“Ikan tawar memiliki kandungan gizi omega 6 yang lebih tinggi dibanding ikan laut. Beberapa jenis ikan tawar memiliki kandungan kalium dan asam lemak tak jenuh tunggal serta ganda yang lebih banyak daripada ikan laut,” ucap dia.
Beberapa ikan air tawar yang mudah ditemui di Indonesia lebih mudah untuk diolah. Bahkan, ujar Dini, ikan air tawar memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding salmon. Ia mencontohkan ikan tongkol memiliki kandungan protein sebesar 26,3%, ikan gembung 21,40%, ikan bandeng 20,49%. Angka protein di ketiga ikan tersebut lebih tinggi dibanding salmon yang mengandung 19,90% protein. Ikan air tawar lainnya yang mengandung protein yakni ikan teri sebesar 18,83%, ikan nila 16,05% ikan masa 16,00%, ikan patin 14,53% dan ikan lele 13,18%. (H-3)
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved