Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Inda Deryanne Hasman, menekankan pentingnya memperkuat Program Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi (PESIAR) dalam upaya mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC) di Kota Manado, Sulawesi Utara. Hal ini ia ungkapkan dalam kegiatan BPJS Kesehatan 'Goes To PESIAR' di Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado dalam rangkaian memperingati HUT ke-56 BPJS Kesehatan.
"Program ini merupakan bagian dari upaya memperluas dan meningkatkan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga tingkat desa/kelurahan," ujar Inda.
Program PESIAR merupakan kegiatan sosial pemasaran terencana untuk perluasan dan peningkatan keaktifan peserta JKN hingga tingkat desa/kelurahan. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh agen PESIAR yang direkomendasikan oleh perangkat desa/kelurahan.
Baca juga : BPJS Watch Sebut Fraud Terus Terjadi dan Disebabkan Banyak Hal
Program PESIAR merupakan inisiatif BPJS Kesehatan dalam memastikan pelaksanaan Program JKN sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas serta terwujudnya Program JKN yang lebih inklusif.
Hal ini juga sebagai wujud inplementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 yang disertai sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan program JKN.
“Sebagai amanah dari undang-undang, Dewan Pengawas bertugas mengawasi operasional pelaksanaan program JKN dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan visi dan misi BPJS Kesehatan serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujarnya.
Baca juga : Tanggapi KPK, BPJS Kesehatan: Ada Beberapa Rumah Sakit yang Ditemukan Kecurangan dan Sudah Ditindaklanjuti
Dewan Pengawas mengapresiasi usaha manajemen dalam mencapai UHC melalui program JKN yang juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) desa.
Salah satu SDGs desa adalah desa peduli kesehatan yang memiliki lima belas program prioritas, termasuk BPJS Kesehatan yang bertujuan mencapai 100 persen cakupan penduduk desa sebagai peserta program JKN.
Untuk mencapai SDGs desa dengan cakupan perlindungan JKN 100 persen bagi penduduk desa, BPJS Kesehatan akan berkolaborasi dengan kementerian dan pemerintah dalam mengimplementasikan program PESIAR.
Baca juga : Terungkap! Fraud Klaim BPJS Dilakukan Rumah Sakit Tingkat Kabupaten
Dewan Pengawas mengapresiasi pemerintah daerah atas kerja sama dalam mewujudkan komunikasi dan koordinasi yang baik antarpemangku kepentingan terkait pelaksanaan program PESIAR. Forum kegiatan koordinasi, monitoring, dan evaluasi implementasi program PESIAR tingkat kabupaten/kota diharapkan mampu menyatukan gagasan, saran, dan pemecahan masalah di tingkat kabupaten.
“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin bahwa program JKN akan terus berkembang dan layanan bagi peserta akan semakin meningkat. Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia diharapkan dapat mencapai cakupan kepesertaan JKN 100 persen bagi penduduk desa melalui program PESIAR demi keberlanjutan program JKN yang semakin baik,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Manado Micler C.S. Lakat, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi sinergi yang selama ini sudah terbangun dengan BPJS kesehatan. Terlebih Dewan Pengawas turut hadir mengawasi implementasi Program PESIAR ini sampai daerah-daerah.
"Kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan sangat penting dalam menjamin kesuksesan program ini. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar setiap warga Manado dapat merasakan manfaat dari JKN,” kata Micler. (Z-8)
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan peserta PBI BPJS Kesehatan dari 11 juta 896 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, sudah aktif kembali
SOSIOLOG dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Tantan Hermansah menjelaskan perlunya edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan bayar iuran untuk peserta BPJS Kesehatan
Mensos Gus Ipul umumkan 869 ribu peserta PBI JKN aktif kembali setelah sempat dinonaktifkan. Simak skema reaktivasi dan syarat kelayakan terbarunya di sini.
BESARAN iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai perlu dievaluasi guna menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan di tengah meningkatnya biaya medis.
Iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan perlu naik setiap dua tahun guna mencegah defisit dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved