Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KERJA malam telah menjadi bagian dari kehidupan modern di banyak sektor industri, mulai dari layanan kesehatan hingga industri perhotelan dan manufaktur.
Namun, di balik keterjangkauan ekonomis dan kemungkinan fleksibilitas waktu, ada sejumlah dampak yang perlu dipertimbangkan terhadap kesehatan para pekerjanya.
Kerja malam melibatkan pemisahan dari siklus alami tubuh yang disebut sebagai ritme sirkadian.
Baca juga : Kamu Merasa Sedang Depresi? Coba deh Lakukan Hal Ini
Ritme ini mengatur sejumlah fungsi biologis penting, termasuk pola tidur, produksi hormon, dan metabolisme.
Gangguan terhadap ritme sirkadian dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang, seperti:
Pekerja malam cenderung mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur yang tidak memuaskan. Hal ini disebabkan oleh perubahan jadwal tidur yang tidak sesuai dengan ritme alami tubuh.
Baca juga : Ingin Bahagia? Pastikan Waktu Tidur Mencukupi
Risiko gangguan mood, depresi, dan kecemasan meningkat pada pekerja malam. Ini bisa disebabkan oleh isolasi sosial, stres kerja, dan gangguan tidur.
Studi menunjukkan bahwa pekerja malam memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke, mungkin karena pengaruh terhadap tekanan darah dan metabolisme lipid.
Kerja malam berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya. Perubahan pola makan dan respons tubuh terhadap makanan dapat mempengaruhi kontrol glukosa darah.
Baca juga : Remaja Depresi Sensitif terhadap Kritik dari Orangtua
Meskipun tantangan kesehatan yang terkait dengan kerja malam signifikan, ada beberapa strategi yang dapat diadopsi untuk mengurangi dampak negatifnya:
Pola Tidur yang Teratur: Cobalah untuk menjaga konsistensi dalam jadwal tidur, meskipun bekerja malam. Hal ini membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian.
Perhatian pada Nutrisi: Penting untuk menerapkan pola makan seimbang dan teratur. Hindari makan berat sebelum tidur dan pastikan asupan nutrisi cukup.
Baca juga : Menteri PPPA Beri Edukasi Soal Kesehatan Jantung
Aktivitas Fisik yang Teratur: Latihan fisik teratur dapat membantu mengurangi risiko penyakit metabolik dan meningkatkan kualitas tidur.
Manajemen Stres: Temukan cara untuk mengelola stres yang timbul akibat pola kerja yang tidak biasa.
Kerja malam memberikan tantangan unik bagi kesehatan fisik dan mental. Penting bagi individu dan pemberi kerja untuk memahami risiko yang terkait dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan memprioritaskan keseimbangan antara kerja dan istirahat, pekerja malam dapat mengurangi dampak negatifnya pada kesehatan mereka. (Z-10)
Sumber:
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Musim flu di New York tahun ini datang lebih awal dan menyebar lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved