Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH plastik di Indonesia terus meningkat karena gaya hidup instan dan serba cepat yang mengandalkan kemasan plastik untuk makanan dan minuman.
Hal ini diungkapkan oleh Ujang Solihin Sidik, Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah, dan B3 KLHK RI.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan komitmen produsen dalam pengelolaan sampah ini, karena produsen adalah pihak yang menghasilkan dan mendistribusikan produk yang akan menjadi sampah kemasannya. Oleh karena itu, peran produsen sangat penting dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik,” jelas Ujang.
Baca juga : Yuk ke HARRIS Bekasi, Ada Menu Bundling yang Menggugah Selera
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), proyeksi timbulan sampah plastik di Indonesia terus meningkat dalam hampir sedekade terakhir.
Pada 2017, misalnya, proyeksi timbulan sampah plastik nasional mencapai 9,2 juta ton. Jumlah itu setara 13,98% dari total volume timbulan sampah RI.
Timbulan sampah plastik di dalam negeri diproyeksikan terus bertambah selama 2017 hingga 2025 mendatang.
Baca juga : Rasakan Keistimewaan Dining in Style di Swiss-Belresidences Kalibata
Pada 2025, timbulan sampah plastik diproyeksikan mencapai 9,9 juta ton, juga setara 13,98% dari total volume timbulan sampah periode tersebut.
Indonesia kerap disorot sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia dan juga buruk dalam penanganan sampahnya.
Sebelumnya, United Nations Environment Programme (UNEP) memprediksi jumlah sampah plastik yang masuk ke ekosistem laut akan meningkat hampir tiga kali lipat pada 2040, apabila tak ada upaya untuk mencegah polusi tersebut.
Baca juga : Depresiasi Rupiah Pukul Industri Makanan dan Minuman
Organisasi PBB tersebut mencatat, jumlah polusi plastik sekitar 9-14 juta ton pada 2016. Jumlah sampah polusi plastik tersebut berpotensi mengalami lonjakan menjadi 23-27 juta ton pada 2040.
Akibat peningkatan sampah plastik, berbagai masalah lingkungan pun semakin parah. Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik bisa mencemari tanah, air, dan laut, mengakibatkan kerusakan ekosistem dan mengancam kehidupan satwa.
Selain itu, sampah plastik yang terbakar di tempat pembuangan sampah dapat menghasilkan polutan berbahaya yang mencemari udara dan berdampak buruk pada kesehatan manusia.
Baca juga : Kurangi Sampah Plastik, Daging Kurban di Brebes Gunakan Daun Jati
Untuk mengatasi masalah ini, produsen diharapkan memainkan peran aktif dalam pengelolaan sampah plastik. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 (PermenLHK No.P.75/2019), produsen perlu menyusun, mengumpulkan, dan melaksanakan peta jalan untuk mencapai target pengurangan sampah sebesar 30% dibandingkan dengan jumlah timbulan sampah di tahun 2029.
Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik di Indonesia.
Salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik adalah dengan memilah sampah sejak awal.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik: Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat didaur ulang.
2. Pisahkan Sampah Plastik Berdasarkan Jenisnya: Plastik memiliki berbagai jenis yang berbeda, seperti PET, HDPE, dan PP. Memisahkan jenis plastik ini membantu proses daur ulang menjadi lebih efisien.
3. Bersihkan Sampah Plastik: Pastikan sampah plastik dalam keadaan bersih sebelum didaur ulang. Sampah plastik yang kotor dapat menurunkan kualitas produk daur ulang.
4. Gunakan Bank Sampah: Berpartisipasi dalam program bank sampah yang ada di sekitar tempat tinggal. Bank sampah biasanya menerima sampah anorganik yang sudah dipilah dan memberikan insentif bagi partisipannya.
5. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum yang bisa diisi ulang, dan menghindari produk yang memiliki banyak kemasan plastik.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah plastik di Indonesia dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (Z-10)
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Kunci utama menghalau virus flu terletak pada kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan asupan vitamin dari buah-buahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved