Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Judi online kini telah merambah pada dunia anak-anak. Menurut data Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online terbaru, 80 ribu orang atau 2% dari total pemain judi online (2,32 juta orang) di Indonesia adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
Sementara itu, 440 ribu pelaku judi online berusia 10-20 tahun atau sekitar 11%.
Kepala Divisi Kesetaraan dan Inklusi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Aseanty Pahlevi mengatakan bahwa fenomena judi online yang menjerat kalangan anak-anak disebabkan oleh beberapa faktor pendukung. Salah satunya adalah mudahnya pengiklanan judi online yang saat ini mulai menyasar pada aplikasi-aplikasi gim daring.
Baca juga : Polri Tangkap 3.145 Tersangka Judi Online dalam Setahun
“Melihat fenomena ini, tampaknya ada beberapa faktor pendukung judo di kalangan anak. Antara lain, akses yang mudah (hp, waktu, unduhan), kurangnya pengawasan perilaku digital anak, iklan, lingkungannya, serta pengetahuan mengenai risiko,” jelasnya kepada Media Indonesia, Minggu (23/6).
Aseanty menjelaskan bahwa pencegahan keterlibatan anak pada judi online dapat dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua. Dalam hal ini, pemerintah lewat satgas judi online harus berjalan sinergi bersama berbagai pihak seperti komunitas dan satuan pendidikan.
“Kita tengah berupaya untuk menjangkau orangtua dan pendidik terkait pengawasan perilaku digital dan hak-hak digital pada anak. Tentunya karena terkait anak, tetap mengacu pada perundang-undangan yang berlaku pasal 15 UU 35/2004. Bahwa hak anak atas pendidikan digital, informasi di ranah digital, keamanan dan perlindungan tetap harus dikedepankan,” ungkapnya.
Baca juga : Menko PMK Muhadjir Effendy: Bansos Bisa Diberikan pada Keluarga, Bukan Pelaku Judi Online
Lebih lanjut, Aseanty mengatakan bahwa pemerintah harus cepat tanggap terhadap pemberantasan judi online namun jangan sampai kebijakan yang dijalankan bertabrakan dengan nilai-nilai demokrasi dan mengambil hak digital masyarakat.
“Jika membuat kebijakan baru, tentunya pemerintah harus bisa memastikan kebijakan tersebut tidak menghalangi hak-hak digital warga. SAFEnet sendiri merumuskan hak digital atas tiga aspek, hak akses internet, hak aman di ranah daring, serta hak kebebasan berekspresi. Setidaknya itu rambu-rambu yang harus diperhatikan pemerintah,” katanya.
Selain itu, Aseanty mengungkapkan bahwa pemerintah juga harus mengatur dan menjalin kerjasama dengan para Penyedia Sistem Elektronik (PSE) untuk menciptakan sistem perlindungan anak di ranah daring secara komprehensif.
“Pemerintah harus memastikan perlindungan hak privasi termasuk dalam lingkup PSE, sehingga aturan yang terkait undang-undang yang mengatur perlindungan data pribadi dapat menjadi induk peraturan. Selain itu SAFEnet menganggap perlunya keterlibatan publik dalam pengembangan kebijakan dan aturan hukum, meskipun produk hukum itu bagian dari wewenang dari otoritas terkait,” tuturnya. (Z-10)
ANGGOTA Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta kepolisian untuk mengungkap motif pelaku peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta.
Perilaku perundungan ternyata tidak berhenti di masa anak-anak atau pun remaja tapi juga tetap bisa terjadi di lingkungan sosial dewasa.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Indra Tarigan, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut.
Setelah dibawa dari Puskesmas Cipulir 2 ke RSUD Kebayoran Lama, kondisi korban berangsur membaik. Brigjen Nurul menyebut anak korban sudah bisa diajak berbicara.
Berkat laporan cepat warga, personel Polsek Sawah Besar segera ke lokasi dan berhasil menangkap pelaku berinisial RA, 26.
Mereka masih diperiksa intensif untuk mendalami motif dan tindak pidana lain yang turut dilakukan.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Pemprov DKI disarankan agar menyiapkan alternatif hunian bagi warga yang akan direlokasi, misalnya melalui penyediaan rumah susun (rusun) atau bantuan pembelian lahan baru.
Melalui kegiatan ini KAI mengajak seluruh pengguna kereta api di Sumatera Utara untuk lebih peduli dalam mencegah tindak pelecehan seksual.
Acara yang seharusnya terbuka untuk masyarakat umum justru hanya dihadiri sekitar 100 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Perubahan badan hukum dari perumda ke perseroda untuk perusahaan air minum daerah sudah banyak contohnya, seperti di Bandung, Semarang, dan Depok.
Berdasarkan data BPS 2025, NTB merupakan provinsi dengan proporsi perempuan berstatus kawin atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun tertinggi, yaitu sebesar 14,96%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved