Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS flu burung semakin sering terjadi dari waktu ke waktu. Hal itu terbukti dari laporan WHO tentang kematian pertama di dunia akibat virus flu burung H5N2. Selain itu, pada 11 Juni 2024 WHO kembali mempublikasikan Disease Outbreak News penyakit akibat virus flu burung di India, selain yang kasus flu burung H5N1 di Australia.
“Yang dilaporkan oleh WHO kemarin adalah kasus ke dua India yang terinfeksi virus flu burung H9N2, di mana kasus pertama di tahun 2019 yang lalu, jadi berbeda jenisnya dengan yang di Meksiko dan berbeda juga dengan laporan yang di Australia, kendati kasus Australia itu dikabarkan baru bepergian ke India juga,” kata Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya, Kamis (13/6).
Kasus H9N2 India kali ini, kata Tjandra, merupakan seorang anak berusia 4 tahun, dari daerah West Bengal, India. Paisien mula-mula didiagnosis bukan sebagai flu burung, tetapi hyperreactive airway disease , lalu didiagnosa sebagai “post-infectious bronchiolitis”, dan baru belakangan terdiagnosis benar sebagai flu burung.
Baca juga : Ditemukan Kasus Flu Burung Varian Baru H5N2, Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan
“Ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan termasuk di negara kita perlu ekstra waspada dalam membuat diagnosis yang tepat. Belakangan keadaan pasien cukup berat, mendapat gagal napas berat yang berulang di rawat di ICU anak dan akhirnya berhasil disembuhkan dan pulang dari rumah sakit,” beber dia.
Dari anamnesis mendalam, lanjut Tjandra, diketahui bahwa pasien ini memang ada kontak dengan unggas di rumahnya dan disekitarnya, yang menunjukkan bahwa kalau ada kasus demam dan gangguan saluran napas.
Ia menjelaskan, kasus H9N2 di India sekarang ini dideteksi dan dilaporkan oleh International Health Regulations (IHR) National Focal Point (NFP) Kementerian Kesehatan India ke WHO. Menurut aturan internasional maka kasus pada manusia yang tertular virus flu burung novel itu berpotensi menimbukkan dampak kesehatan masyarakat yang besar.
“Kalau nanti terjadi juga di negara-negara lain termasuk Indonesia, maka negara-negara itu juga harus melaporkannya ke WHO agar ada pengendalian terkoordinasi secara internasional.
Apa yang terjadi berturut-turut di India, Australia dan Meksiko ini, tegas Tjandra, tentu perlu membuat kita waspada. Surveilans yang ketat di seluruh penjuru negeri kita perlu terus dilaksanakan, tentu dengan pendekatan one health yang melibatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan. “Hanya dengan pencegahan yang baik, deteksi yang cepat dan respon segera maka Flu Burung akan dapat dikendalikan di dunia, dan juga di negara kita,” pungkas dia. (Ata/pP-5)
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved