Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MINAT pencari kerja internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama mereka meningkat. Hal itu terungkap dalam laporan terbaru Jobstreet by SEEK yang berjudul Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja.
Menurut Sales Director Indonesia di Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan, Indonesia mampu memikat perhatian banyak pencari kerja dari Asia Pasifik, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan India.
"Mayoritas dari mereka berasal dari wilayah Asia Pasifik, khususnya Malaysia, Singapura, dan India. Dari hasil survei yang dilakukan, responden dari Malaysia menempatkan Indonesia di antara 10 negara pilihan utama mereka untuk relokasi. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kedekatan geografis dan kesamaan budaya antara kedua negara," ungkap Wisnu dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Selasa (4/6).
Baca juga : Tiga Manfaat Kartu Prakerja yang Harus Diperhatikan Pemerintah Mendatang
Peningkatan Indonesia sebesar 18% dalam daftar negara tujuan utama bagi karyawan yang ingin pindah kerja menandai pencapaian yang signifikan.
"Alasan utama pekerja memilih untuk bekerja di Indonesia adalah budaya yang ramah dan inklusif, kualitas hidup yang baik, dan peluang kerja yang tersedia. Selain itu, Indonesia juga dikenal dengan suasana yang ramah terhadap keluarga dan keuntungan finansial yang menarik, menjadikannya tujuan yang menarik tidak hanya untuk karier tetapi juga gaya hidup yang memuaskan," kata Wisnu.
Berdasarkan data Jobstreet, terdapat peningkatan yang signifikan dalam preferensi karyawan terkait aspek-aspek tertentu, dengan skor sebagai berikut:
Baca juga : Usaha Tiongkok Perluas Lapangan Kerja dan Menstabilkan Pasar Rumah
Selain menjadi destinasi bagi pencari kerja asing, Indonesia juga memainkan peran penting dalam menyediakan tenaga kerja bagi pasar global.
"Dari 67% orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, sebagian besar memilih Jepang sebagai destinasi utama, diikuti negara-negara maju lainnya seperti Australia, Singapura, dan Jerman," jelasnya.
Dengan prestasi ini, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi menarik bagi pencari kerja internasional dan mengukuhkan perannya dalam panggung global. (Z-1)
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang..
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Program yang bersifat gratis ini bertujuan mencetak pramudi profesional yang mandiri, berdaya saing, serta mengedepankan standar keselamatan dan pelayanan prima.
“Dari sisi supply, setiap tahun jumlah lulusan S1 dan S2 meningkat cepat, sementara penciptaan kerja berkualitas tidak secepat pertumbuhan lulusan."
Temuan Jobstreet Indonesia dari sistem deteksi internal mereka per Oktober 2025, dua bidang tersebut menjadi target penipuan terbesar, yaitu administrasi dan dukungan perkatoran (39,36%)
Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja yang diunggah di dark web pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025.
"Pertumbuhan ekonomi memang ada di angka 5%, namun penyerapan tenaga kerjanya terus berkurang,"
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dari sekitar 7.000 perusahaan di berbagai kawasan industri.
TANTANGAN para pencari kerja di era bonus demografi disebut akan semakin kompleks. Peluang kerja konvensional kini semakin terbatas akibat tingginya persaingan dan kuota yang minim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved